Posted in Menyanyah

Takkala Utoh Ladom Bersua Mukidi (1)

Jembatan Indragiri
Dulu sewaktu dibangun Jembatan Indragiri ini andil Utoh Ladom sangat besar, saat ditanya dalam hal apa, Utoh Ladom lupa lupa ingat, “Kalau tak salah saya dulu saya setiap hari selalu pegang kuas” jawabnya pula sambil berlalu.

Ketenaran Mukidi dalam beberapa minggu ini membuat dirinya merasa resah dan gak nyaman lagi. Mukidi merasa dirinya tak bebas seperti dulu waktu belum terkenal dan setiap hari sekarang telipat-lipat di upload dan share orang-orang di whatsapp, BBM, Facebook, twitter, instagram dan medsos lainnya.

Sambil merenung dan berpikir keras bagaimana agar tidak terbelenggu oleh ketenaran di dunia maya ini. Mukidi kelihatan sangat bingung dan malam itu sudah satu galon dia menghabiskan kopi campur nutrisari rasa mengkudu, “biar kuat dan gak ngantuk” celetuknya pada cicak didinding.

Hal yang membuatnya tambah bingung dan baper gak nyaman, dirinya lagi dicari-cari polis yang pernah beli obat antimo tengah malam saat hujan angin badai lagi dengan Mukidi. Pasalnya si polis ini makan obat yang dijual Mukidi ini gak mempan aluas gak ngefek. Mukidi dianggap telah menipu si polis ini karena menjual obat antimo tidak ngasih tahu bahwa tulisan di bungkus obat tersebut hanya untuk anti mabok satuan laut, darat dan udara dan bukan untuk mabok satuan lainnya seperti polis, satpol PP ataupun kadapol alias kada polis.

Soal lain lagi yang bikin Mukidi juga ketakutan dan bingung adalah, seminggu yang lalu Mukidi ketahuan kelakuannya selama ini, ternyata selama ini Mukidi biasa menepuk pantat istri sang majikan saat suami majikannya tidak dirumah.

Ketahuan belang si Mukidi oleh sang majikan saat sang majikan yang seorang dokter ini mempraktekan cara gimana agar dia sama istrinya biar tidak selalu bertengkar, karena Mukidi dimata sang majikan kelihatan selalu rukun aman dan damai serta dalam situasi kondusif aman terkendali terus suami istri dan jarang sekali bertengkar.

“Tidak ada resep istimewa tuan” kata Mukidi menimpali permintaan saran majikannya. “Coba aja tuan sering-sering pukul pantat istri tuan, semoga saja nantinya jarang bertengkar, karena saat tuan memukul pantat istri tuan, pukulah dengan penuh perasaan dan gairah tuan” tambah Mukidi memberi saran pada tuannya.”Oh begitu toh rahasianya ya” sambung sang majikan, “yah begitulah yang selalu saya lakukan tuan” jawab mukidi sambil memarkirkan mobil tuannya di garasi seperti biasa.

Keesokan harinya sang majikan mukidi yang juga seorang dokter ini tanpa pikir panjang serta pakai latar belakang masalah kemudian landasan teori trus hipotesa dilanjutkan analisa terakhir kesimpulan, langsung saja mempraktekan apa yang disarankan Mukidi, “Plopap”..! tangan kiri sang dokter memukul penuh gairah pantat kiri si istri yang tengah meracik sambal belacan di dapur, “Mukidiiiiiii… lagi dong” … respon si istri setelah mendapat pukulan di pantatnya. Alangkah kagetnya si dokter, untung Mukidi sudah pulang dan kabur …

Bukan itu saja yang membuat mukidi stress, istrinya juga marah kepadanya, sebab istrinya baru saja selesai melahirkan anak pertama, saking sayangnya dan tidak tega melihat istrinya sakit melahirkan, mukidi minta izin saja pada istrinya untuk anaknya yang kedua nanti dititipkan saja dengan perempuan lain yang melahirkan. Untung sang istri masih dalam kondisi lemah, kalau tidak sudah bonyok tu kepala atas ama bawah Mukidi.

Galon kedua kopi nutrisari campur mengkudu mukidi sudah tinggal setengah, tiba-tiba terlintas dalam benak Mukidi untuk kabur saja ke tempat yang sulit dijangkau oleh mereka yang sedang mengejar dan mencari dirinya.

“Tapi dimana ya ?” guman Mukidi dalam hati. Tak lama kumudian setelah mondar-mandir hilir mudik “antara anyer dan jakarta, kita jatuh cinta, terpaksa kutinggal kau sayang” isak Mukidi.

Ditengah kesedihannya itu, “begini saja caranya aku kabur dan sembunyi” kata mukidi sambil memegang HP kucingnya. “Aku cari saja lokasi yang tidak terbaca di google map” guman Mukidi. “Otomatis keberadaanku tak terlacak, ini baru ide selamat” celetuk Mukidi sambil mengacungkan jempolnya. “Sip Lah”, kilahnya sambil mengakses google map di HP kucingnya yang dibelinya kemaren di pasar loak dengan duduk bersila mencari lokasi.

Lokasi yang dicari Mukidi di google map sebenarnya tidak ada, sebab Mukidi mencari lokasi yang tidak ada di google map, jadi mana ketemu.

Alih-alih Mukidi pakai cara keberuntungan alias tebak jenggo kalau mahasiswa ujian semester buat ngejawab soal-soak ujian yang tak tahu sama sekali apa jawabannya.

Sambil meletakan HP kucingnya di lantai Mukidi lantas memejamkan kedua matanya, dengan menggunakan telunjuknya Mukidi langsung menancapkan telunjuknya yang kukunya sedikit bopeng akibat “buruk kukuan” dan terlambat ke puskesmas kemaren akibat kucing-kucingan dengan petugas membuat SKTM untuk rujukan ke RS Eliza Hang Zabet Singpor.

“Plak … ! telunjuk Mukidi nancap di layar HP kucingnya ukuran 2 x 3 cm itu, tanpa di komando lagi, mata Mukidi terbelalak, jari telunjuk yang kukunya bopeng tadi tepat nyasar di posisi Tempuling.

Pelan-pelan Mukidi mainkan jarinya untuk ngezoom lokasi hasil tembak jenggonya itu, namun hasilnya nihil alias tak ada nama. “Memang mujur hari ini saya” ucap Mukidi gembira, “inilah lokasi yang tak terlacak oleh mbah google map. “Disinilah tempat yang tepat untuk saya sembunyi dari kejaran polis dan majikan” kata Mukidi sambil tersenyum dan menghirup kembali kopi campur nutrisari dan mengkudunya, “srruuup… aah … nikmat tenan” …

bersambung …

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s