Posted in Menyanyah

Pelantar Goyang

Anda yang pernah manghirup udara 70 an dan 80 an di Sungai Salak mungkin tidak asing lagi dengan judul diatas.

Tak usah di tanya dan diceritakan atau digambarkan apa itu pelantar goyang, karena merasa mengalami sendiri, mendengar dan melihat sendiri.

Kali ini boleh lah saya berbagi kisah dan cerita dengan yang terlahir pasca 70 an dan 80 an. Sekedar pengetahuan saja sedikit, boleh kan ?

Disamping ungkapan pelantar goyang, ada lagi nama-nama yang lain semisal sinar dagang, simpang raya, saigon, andesis dan sebagainya.

Deretan nama yang disebutkan itu sering muncul saat acara tujuh belasan. Nama-nama itu biasanya di kaitkan dan dipakai untuk membedakan antara tim yang satu dengan yang lainnya dalam berbagai perlombaan dan pertandingan tujuh belasan.

Pertanyaannya kenapa nama-nama itu sekarang tak muncul lagi ? Kecuali saigon yang kerap masih terngiang di telinga.

Saigon itu bukan nama kota yang ada di cina sana dan bukan pula nama kumpulan musik dari amrik. Saigon itu kalo tak salah saya singkatan dari Sei Gondang, hahaha…

Sei Gondang adalah nama sebuah dusun atau pemukinan yang berada di seberang Sungai Salak. Kalo sekarang sudah menjadi Kelurahan guys.

Kalo simpang raya guys adalah nama untuk simpang polsek sekarang, sinar dagang adalah nama untuk tim dari pedagang pasar Sungai Salak dan andesis itu kalau tak salah saya guys singkatan anak desa sungai salak, hehehe …keren kan guys orang-orang dulu.

Lantas gimana dengan pelantar goyang ? … nah ini yang agak unik juga sedikit guys.

Dulu sebelum ada jalan mulus beraspal dan jembatan rangka baja seperti sekarang ini, semua aktivitas warga dan masyarakat di Sungai Salak transportasinya mengandalkan sungai indragiri guys.

Setiap hari perahu sampan, speed boat, kapal motor dan pompong hilir mudik melintas di sungai indragiri ini guys.

Ada yang membawa hasil pertanian untuk dijual saat hari pasar, ada yang mengangkut penumpang, barang dan lain sebagainya.

Setiap hari pula kalau alat transportasi sungai ini lalu lalang melintas, akan menimbulkan riak gelombang tergantung besar dan kecilnya perahu yang lewat guys.

Nah… dulu tahun 70 an dan 80 an kan rumah-rumah datuk nenek kita pada umumnya berada di tepian sungai guys.

Bukan itu saja, kedai-kedai atau toko-toko yang paling strategis tempatnya dulu adalah menghadap sungai, beda sekarang guys, yang strategis sekarang kan di samping jalan provinsi atau nasional guys.

Rumah dan deretan kedai yang menghadap sungai itu guys, pada umumnya memiliki pelantar di depannya, kalau sekarang seperti teras gitu guys.

Pelantar itu karena di tepi sungai tiang-tiangnya terbuat dari kayu dan lantainya terbuat dari papan guys.

Dipelantar inilah segala aktivitas dilakukan hilir mudik orang berbelanja yang singgah dan naik dari perahu sampan, pompong atau perahu motornya menyusuri deretan kedai atau toko yang menggadap sungai.

Semakin banyak deretan kedai, maka semakin panjanglah pelantar itu guys.

Pelantar yang baru biasanya masih kokoh dan kuat, tapi pelantar yang sudah tahunan biasanya papan lantainya mulai lapuk, tiang penyangganya mulai goyang. Semakin banyak yang melintas ditambah hempasan gelombang hilir mudiknya perahu di sungai maka semakin bergoyang lah pelantar itu khas dengan bunyi suara langkah orang dan ombak sungai.

Makanya disebut dan dinamakanlah ia sebagai Pelantar Goyang guys. Jadi kalau kita berjalan di pelantar tua yang seperti ini so pasti badan bergoyang menimbang nimbang, jatoh atau keperosok, mirip goyang itiks guys… Udah paham kan Guys…

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s