Posted in Senggang

Batu Akik, Gaungnya Kemana Sekarang

Akik Hendri
Koleksi Batu Akik

Seminggu menjelang Idul Fitri 1437 H kemaren, saat duduk-duduk santai menunggu waktu berbuka di depan rumah, sambil memperhatikan onggokan batu kerikil seukuran satu truk engkel, terlintas dalam benak saat booming batu akik sekitar setahun lalu.

Jam masih menunjukan pukul 17.10 wib.Sambil ditemani abang penjual sosis goreng yang selama bulan Ramadhan ini selalu mangkal di depan rumah, “lumayan juga mangkal di seputaran sini, karena sambil ibu-ibu belanja sayuran, anaknya sama bapaknya belanja sosis saya”, imbuhnya.

Sambil menggoreng sosis saya sempat juga berbincang-bincang alias berbual-bual dengan abang penjual sosis. “Apa kabar batu akik sekarang bang” ungkap saya membuka pembicaraan. “Udah dingin dan sepi”, jawabnya. Sambil menunjuk onggokan batu kerikil disamping kami, lantas dia berkata “ini tumpukan batu kalo sempat seperti gila-gilanya batu akik kemaren, udah banyak yang duduk-duduk ngais batu disini” celetuknya. “Iya bang betul kata abang tu”, sambung saya.

“Dulu lagi boming batu akik, ada yang nawarkan batu sampai sekian juta bahkan milyaran duitnya, apa betul gitu bang, apa ada yang berani beli batu segitu bang”, tanya saya.

“Ah … mana ada tu, ngapain beli batu bejuta-juta, apalagi miliaran”, kata si abang sambil menggoreng sosis pesanan anak di belakang rumah.

“Yang bilang sekian juta, sekian milyar tu sebenarnya nilainya, bukan harganya” lanjut si abang sosis. “Jadi batu itu dinilai dari berbagai sudut pandang, misalnya langkanya, keindahannya, khasiatnya kalaupun ada, orang yang memakainya, maka jadilah dia sebanding dengan duit sekian juta dan sekian milyar”, kata si abang sosis menjelaskan.

“Cobalah perhatikan” katanya melanjutkan, “batu kerikil ini”, sambil menunjuk ke onggokan batu disamping kami duduk, “ada yang sedikit agak bagus, diasah, dibuat cincin, trus yang makainya artis, bintang film terkenal atau presiden, atau kiyai, sudah pasti mahal dan naik nilainya”. “Tapi sebaliknya kalau yang makai macam kita orang biasa ne, ape kan tidak aje” kata si abang sosis pulak sambil menghisap rokoknya. “Iye pulak ye bang”, kata saya menjawab celetuk si abang sosis..

Saking asiknya berbual-bual, tak terasa waktu berbuka pun sudah dekat. Abang penjual sosis pun mulai mengemasi barang dagangannya untuk bersiap-siap pulang kerumah, karena ingin berbuka puasa juga.

Sambil menunggu beduk yang tinggal beberapa menit lagi, saya jadi terbayang dan terpikir kembali tentang batu akik.

Booming dan gila batu akik setahun lalu itu sebenarnya bagus dalam rangka menumbuhkan tingkat ekonomi warga yang berkecimpung di bebatuan cincin.

Booming batu akik itu juga sempat didukung oleh beberapa pemangku kepentingan dengan menyiapkan tempat bertransaksi batu akik, dalam rangka memotivasi industri dan kerajinan kreatif usaha masyarakat.

Populernya batu akik ini sebenarnya dipicu juga oleh pemberitaan media yang masif. Kita maklumi bersama bahwa media terutama televisi, sangat cepat dan kuat sekali membentuk opini pada apa yang ditayangkan.

Disamping banyaknya kegitan kegiatan kontes tentang batu dan tak kalah pentingnya orang-orang beken juga berlomba-lomba menunjukan kecintaanya pada batu akik. Dan setiap daerah tak mau kalah untuk memperkenalkan batu akik asli daerah masing-masing.

Dimasyarakat kita banyak dan beragam alasan memakai batu akik. Tak sedikit batu akik dipercaya dapat membawa dan meningkatkan aura bagi pemakainya. Baik untuk pengasihan, rezeki, kewibawaan dan lain sebagainya. Karena batu akik jenis-jenis tertentu dipercaya sebahagian masyarakat kita mempunyai khasiat demikian.

Terlepas dari semua itu disayangkan atmosfir hangat dan bergairah batu akik meredup. Sudah tak sebanyak setahun lalu orang-orang membicarakan batu akik. Biasanya dimana-mana semua tentang batu, sampai lagu juga batu. Sekarang ada kejenuhan dan para pedagang pun mulai kehilangan gairah.

Perlu terobosan lagi untuk mengangkat batu akik atau memang harus menunggu saat musim booming batu akik, tapi kapan musim itu ?

Yang pasti jangan lepaskan cincin akik sulaiman mu, walaupun banyak sakit daripada nyaman, tetap ikat dijari mu, karena disaat memakai akik, niscaya batu akik tetap eksis.hehehe…

Wallahu’alam.

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s