Posted in Artikel dan Opini

“Geram” POKEMON GO dan “Geram” VAKSIN PALSU

Geram dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah marah, gemas. Kalau orang sudah geram maka bawaannya marah dan gemas. Marah dan gemas ditujukan pada seorang atau objek benda tertentu yang biasanya membuat tidak nyaman dilihat, dirasa dan sebagainya. Kebetulan sekarang lagi Geram dengan Pokemon Go yang belum dirilis untuk Indonesia dan Vaksin Palsu. Hehehe …

Game Pokemon Go online berbasis GPS yang mengajak para pemainnya ini berpetualang di antara dunia nyata dan maya, menangkap para monster lucu yang disebar secara acak di seluruh penjuru tempat di sekitar para pemainnya. Sambil berkeliaran menjelajahi lokasi yang dikira terdapat para monster berada, para pelaku dipandu peta berikut petunjuk di smartphonenya. Jika sudah dekat si monster akan terlihat di layar LCD seolah nyata sedang menunggu ditempat lalu ‘hap!’. Ketangkap lho ya …. Bola penangkap dilemparkan, dan monsterpun tertangkap.

Dari kemunculan awalnya, di awal Juli lalu, Pokemon Go sudah membuat gaduh dan riuh dunia maya. Karena banyak yang menggemari bahkan akhirnya kecanduan memainkannya. Bahkan konon ada yang mengundurkan diri dari pekerjaan tetapnya untuk fokus berburu para ‘monster’ berkeliling dengan ‘senjata’ smartphonenya dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan dari kota ke kota. Mengelilingi seluruh penjuru negeri. Sampai sampai nyamperin pemakaman hanya untuk nyari monster game Pokemon Go-blok. Gila? Emang gila. Nyatanya memang terjadi dan semakin banyak saja yang menggilai game satu ini.

Walau saat posting tulisan ini, Pokemon Go belum diluncurkan secara resmi, apalagi di Indonesia, namun penggemarnya sudah banyak dan terus bertambah. Dan jika nanti Anda melihat ada orang sambil berjalan ke sana ke mari seolah sedang fokus mencari sesuatu, sembari menggenggam smartphonenya dan mata tetap lekat mengawasi layar LCD, nah itulah ‘para pemburu monster’ sedang beraksi. Nggak usah diganggu, tak perlu disapa, diawasi dan diperhatikan saja. Sekali – kali ingatkan saja jika di depan mereka ada lubang, selokan, atau tanpa sadar mereka mulai mendekati jalan yang lalu lintasnya sedang ramai – ramainya. Karena konon ada kejadian juga, seorang pemain game Pokemon Go ditabrak mobil karena terlalu asyik dengan smartphonenya saat mengintai monster yang diburunya.

Atas dasar itu pulalah disamping game ini ditenggarai dapat menetakan lokasi dan memasuki area yang bersifat rahasia, maka himbauan dibuat untuk tidak menainkan game ini ditempat-tempat yang bersifat rahasia demi keamanan.

Menpan melalui akun twitternya @yuddychrisnandi tempo hari sudah meminta kepada ASN untuk tidak memainkan game yang bersifat virtual di tempat kerja, dan ditegaskan dengan surat edaran bernomor  B/2555/M.PANRB/07/2015 tanggal 20 Juli 2016 perihal larangan bermain games virtual berbasis GPS di lingkungan instansi Pemerintah, terakhir Kapolri melalui akun twitter @DivHumasPolri juga memberitahukan melalui surat edaran agar seluruh anggota Polri tidak memainkan game ini saat bertugas, karena dapat mengganggu konsentrasi dalam pelaksanaan tugas.

Pokemon Go barulah awal dari sebuah terobosan mengkombinasikan dunia virtual dengan dunia nyata. Selanjutnya mungkin nanti akan muncul aplikasi – aplikasi lain yang akan semakin mengaburkan batasan antara dunia maya dan alam nyata hingga menjaga keseimbangan antara kedua dua duniapun menjadi urusan pribadi masing – masing. Toh sejak jaman dahulupun yang namanya sudah tergila – gila kepada permainan dan hobi, walau dilarang pun tetap akan dilakukan misalnya: judi, sabung ayam, nyari wangsit berendam di kali, nyari istri lagi, dan masih banyak hobi – hobi lain yang ‘abadi’ hingga kini.

Semoga saja dengan himbauan ini kita dapat lebih berhati-hati dalam bertindak demi menjaga keselamatan dan kedaulatan bangsa kita.

Mungkin banyak yang tidak sadar, bisa saja melalui sebuah aplikasi dan game ada agenda spionase. hehehe…. jadi geram menang dibuatnya akibat kerjaan orang pintar di luar sana yang nemanfaatkan jetidak tahuan dan kelengahan orang atau bangsa lain.

***

Itu tadi Pokemon Go, sekarang juga lagi ramai vaksin palsu. Vaksin Palsu yang meresahkan masyarakat. Bayangkan saja anak kesayangan kita yang masih kecil dan menggemaskan disuntik dengan vaksin palsu. Niat pertama agar anak kita nanti kebal penyakit akhirnya tidak mendapatkan apa-apa bahkan mungkin saja bisa menimbulkan masalah baru.

Kenapa saudara –saudara kita yang tahu dan mahfum dengan soal vaksin memaksin kok teganya memalsukan vaksin untuk anak generasi kita.

Sungguh oknum ini orang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan hanya mengejar keuntungan sendiri. Ini boleh dikatakan dan dikategorikan dengan “kejahatan kemanusiaan”.

Benar kata orang bijak, orang pintar banyak namun orang yang memiliki ahklak tidak sebanyak orang pintar.

Apa jadinya umat bangsa ini jika semuanya tidak tahu apa yang di masukan kedalam tubuh anak kita sebagai generasi muda belia calon pewaris kedepan.

Bisa saja serum yang bikin otak rusak dan semua bisa jadi generasi apatis serta diselimuti kehendak teror atau cetak teroris gaya baru. Sungguh tak bisa dibayangkan.

Semoga saja tidak demikian, dan beruntung peristiwa vaksin palsu ini terungkap. Dan sungguhpun demikian kita tetap harus waspada terhadap kejadian dan modus kejahatan pemalsuan lain.

Kini kita lihat semuanya sibuk melakkan vaksin ulang, pertanyaannya, kalo bisa vaksinasi tidak berdasarkan jadwal seperti normalnya di posyandu, apakah efektif vaksin ulang itu. Ah… entahlah, jadi geram …. hamba yang awam soal ini memang tidak tahu, semoga saja vaksin ulang berfungsi dengan baik.

Kalau boleh ber andai-andai lagi misalkan generasi vaksin palsu ini sudah lama dan telah menjadi generasi muda yg berseliweran di bumi Indonesia saat ini dan andai boleh dan bisa mungkin pendiri bangsa ini semisal Bung Karno Bangkit lagi dan berdiri di Monas untuk berorasi akan kebingungan dan kesulitan untuk mengguncangkan dunia kembali, karena generasi dan pemuda yang diminta untuk menggetarkan dunia bisa saja loyo dan tak berfungsi akibat salah vaksin. Hehehe …

Kutipan Pidato Bung Karno :

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”

Nah lho …gimana tu … selamat bekerja kembali …

wallahu’alam
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s