Posted in Perjalanan Kehidupan

Kontemplasi Ramadhan Tahun 1437 H

TafakurSirine tanda berbuka terakhir di bulan ramadhan 1437 H tahun ini telahpun usai, saatnya kita mensyukuri nikmat karena telah dapat menunaikan puasa dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil untuk memuji kebesaran Allah swt.

Wajah ini tertunduk sejenak diatas hamparan sajadah, air mata serasa membasahi pelupuk mata mengenang perjalanan spiritual jasmani dan ruhani yang tiada sempurna serta banyak kekurangannya.

Sungguh engkau maha sempurna ya Allah, hamba yg sangat hina ini ternyata belum mampu untuk mengisi Ramadhan ini dengan sempurna sebagaimana yang Engkau perintahkan dan contohkan melalui kekasih-Mu baginda Rasulullah SAW.

Dalam berpuasa Engkau perintah Hamba untuk berpuasa lahir dan batin, namun hamba belum bisa melakukan semuanya dengan sempurna, saat menahan haus dan lapar, mata ini, telinga ini, lisan ini dan hati ini tak mampu hamba puasakan sempurna hingga terkadang masih melakukan dosa dan maksiat.

Ampunilah hamba ya Allah, terimalah puasa hamba ya Allah. Jangan palingkan kasih sayang dan Rahmat Mu dari hamba yg hina ini. Sungguh tanpa hidayah dari Mu hamba tak kan mampu melakukan semua itu.

Dalam sholat, mestinya hamba mengejar sholat berjamaah, namun hamba belum bisa melakukan semuanya dengan sempurna, terkadang saat azan berkumandang, hamba  masih sibuk dengan urusan dunia hamba.

Sungguh kalau bukan karena rahmat dan kasih sayangmu kaki ini tak akan bisa melangkah mendatangi panggilan azan- Mu di mesjid.

Saat berbuka puasa, terkadang hamba lupa dan memperturutkan hawa nafsu, sehingga kekenyangan dan akhirnya kepayahan untuk menunaikan Qiyamul lail. Sungguh tanpa hidayah dari Mu hamba tak akan bisa melakukannya.

Dalam tilawah kitab suci-Mu hamba masih belum mampu menghatamkan dengan sempurna, apalagi menghayati dan mengamalkan isi kandungan perintah-Mu yg agung. Sungguh tanpa hidayah dari Mu hamba tak akan bisa melakukannya.

Engkau perintahkan hamba untuk sholat malam, sungguh tak kuasa hamba melakukannya. Rasa kantuk dan empuknya bantal mengalahkan sajian dan undangan ampunan-Mu. Sungguh hinanya hamba ya Allah, dan sungguh tanpa hidayah dari Mu hamba tak akan bisa melakukannya.

Dalam berbagi dan sedekah, mungkin terlalu kecil jika di bandingkan dengan nikmat yang telah engkau anugerahkan pada hamba, sungguh tanpa hidayah dari Mu hamba tak akan bisa melakukannya.

Ternyata masih banyak yg hamba tidak mampu lakukan, namun jangan karena ketidakmampuan dan ketidaksempurnaan hamba Engkau tidak menerima ibadah hamba, Engkau tidak ampuni dosa dan kesalahan hamba, orang tua hamba dan keluarga hamba, Engkau tidak ridho dengan surga-Mu, dan Engkau tidak terima permohonan hamba terhindar dari api neraka-Mu.

Ampunilah dosa dan kesalahan hamba, kaum muslimin dan muslimat semuanya, limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami, karena sesungguhnya Engkau maha pengampun dan pemberi Rahmat.

Pertemukan kembali kami Ramadhan tahun depan ya Allah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar … walillah hilhamd …

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s