Posted in Kajian Islam

Memetik Pelajaran Dan Makna Dari Ibadah Qurban

Pemotongan Hewan Qurban di Halaman Kantor camat Tempuling oleh Ustadz H. Kafrawi Satar, MA 10 Zulhijah 1436 H
Pemotongan Hewan Qurban di Halaman Kantor camat Tempuling oleh Ustadz H. Kafrawi Satar, MA pada Idul Adha 10 Zulhijah 1436 H

Alhamdulillah tahun ini 1436 H/2015 M PNS Kantor Camat Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir dapat melaksanakan pemotongan hewan Qurban dengan memotong sapi sebanyak 2 ekor. Sapi sebanyak 2 ekor ini adalah hasil patungan untuk qurban para PNS yang bertugas dan bekerja dilingkungan Pemerintah Kecamatan Tempuling selama setahun ini.

Jadwal yang semula pemotongan ini pada hari Jum’at tanggal 11 Zulhijah 1436 H, dimajukan karena “lebih cepat lebih baik” kata kawan-kawan sebab disamping hari jum’at waktunya pendek sebagian kawan-kawan ada yang akan berangkat studi banding ke jogjakarta, disamping itu cuaca juga tidak bersahabat dan kemungkinan kabut asap terus melanda.

Kegiatan ibadah qurban rutin setiap tahun dilaksanakan oleh umat islam bagi yang memiliki rezeki berlebih dan berkecukupan. Rasulullah SAW begitu menekankan akan pentingnya berqurban sebagaimana sabdanya : “Barang siapa yang memiliki kelapangan keuangan, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia datang ketampat salat kami”. (HR Ahmad).

Begitu tegasnya Rasulullah SAW menerangkan bahwa berqurban sangat dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki kelapangan rezeki sehingga beliau melarang orang yang tidak mau berqurban untuk datang ketempat salatnya.

Dari banyak riwayat disebutkan, apa saja yang dapat kita petik dan ambil pelajaran dari ibadah qurban yang setiap tahun kita laksanakan ?. Ada beberapa pelajaran dan hikmah yang dapat kita ambil dari pelaksanaan ibadah qurban itu sendiri diantaranya adalah :

  1. Pelaksanaan ibadah qurban itu ditujukan untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Sebab seorang muslim yang ingin melaksanakan ibadah qurban mesti melakukan perjuangan terutama perjuangan dalam melawan hawa nafsunya. Hawa nafsu terhadap kecintaan terhadap harta bendanya yang berlebih lebihan sehingga tidak mau sedikitpun harta bendanya berkurang dan terus menginginkannya. Padahal segala upaya dan usahanya selama ini adalah berkat pertolongan Allah SWT. Dia lupa untuk berbagi dan memikirkan saudaranya yang tidak beruntung dan serba kekurangan. Jika seorang muslim yang bertaqwa dia akan ingat bahwa yang dimilikinya adalah hanya titipan Allah SWT dan sewaktu waktu akan diambil pemiliknya, serta dia memiliki empati terhadap saudaranya yang tidak berpunya maka muslim yang seperti ini tidak akan sungkan untuk berqurban, dia akan rela berqurban dengan mengharap ridho Allah SWT semata-mata. Karena kemauan berqurban akan erat kaitannya dengan ketaqwaan seseorang, karena yang menjadi penilaian Allah SWT dalam diri seorang muslim yang berqurban adalah Taqwanya, sebagaimana firman Allah SWT : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (Keridhaan) Allah, akan tetapi ketaqwaan kamulah yang akan dapat mencapainya” (QS Al Hajj [22] :37).
  1. Sebagai perwujudan syukur kita terhadap nikmat-nikmat Allah SWT. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikalnlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS Al Kautsar [108] :1-2). Denganberqurban maka kita telah mensyukuri nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Andaikan kita terus dan bisa bersyukur maka nikmat Allah SWT akan terus mengalir dan bertambah untuk kita. Dan andai kita tidak bersyukur maka Allah SWT akan menimpakan Azab yang sangat pedih. Sebagaimana firman Allah SWT : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.Ibrahim [14] : 7)
  1. Ibadah qurban dapat Membantu dan meringankan sesama Muslim yang kurang mampu serta dapat menanamkan rasa cinta kasih dan persaudaraan terhadap sesama muslim. Kita selaku umat islam diajarkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya untuk selalu mencintai saudara kita sesama muslim, karena muslim itu adalah bersaudara. Rasulullah SAW bersabda bahwa : “Tidak beriman sesorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim dari Anas ra.)
  1. Ibadah qurban yang dilakukan dengan menumpahkan darah hewan adalah simbol agar orang yang berqurban menanggalkan sifat-sifat kebinatangan yang melekat pada diri seorang muslim. Sifat-sifat itu mencakup egois, licik, kejam, suka menindas dan penuh tipu daya.
Tetap semangat bekerja walaupun dalam kepungan asap yang mulai datang lagi, setelah beberapa hari cuaca cerah
Tetap semangat dalam suasana penuh keceriaan dan kekeluargaan, bekerja walaupun dalam kepungan asap yang mulai datang lagi, setelah beberapa hari cuaca cerah

Selain itu pada bulan ini haji ini amalan yang sangat baik dilakukan oleh muslim adalah amalan qurban sebagaimana yang diterangkan oleh Aisyah bahwa Nabi SAW bersabda : “Tidak ada amal yang dilakukan oleh anak Adam pada hari nahr yang lebih dicintai oleh Allah SWT, selain mengalirkan darah (menyembelih hewan), dan hewan yang disembelih itu kelak di hari kiamat akan datang (menemui orang yang berqurban) lengkap dengan tanduk, kuku dan sepatu kaminya. Dan sesungguhnya darah akan diterima Allah sebelum darah itu jatuh ke tanah. Karena itu lakukanlah qurban itu dengan seikhlas mungkin (HR Tirmidzi).

Kemudian Nabi Daud a.s berkata, “Ya Rabb, sebesar apakah pahala orang yang berqurban bagi umat Nabi Muhammad SAW ?”  Allah SWT menjawab “Aku memberi pahala kepada mereka, setiap helai bulu dari badannya menjadi 10 kebaikan, dan Ku-hapus 10 keburukan (jiwanya), serta Ku-naikan derajatnya 10 tingkat. Baginya setiap rambut sebuah gedung di surga, seorang putri pelayan dari Bidadari yang molek, dan kendaraan yang bersayap berkecepatan tinggi sekali melesat sejauh pandangan mata, itu adalah kendaran ahli Surga, mengangkasa dengan kendaraan itu sesukanya.

Allah Ta’ala melanjutkan penjelasannya, “Perlu kau ketahui hai Daud, bahwa hewan kurban itu menjadi kendaraan, dan sebagai perlindungan dari bahaya di hari kiamat kelak.” (Zahratur Riaydl) – Kitab Duratun Nasihin.

Demikianlah beberapa diantaranya pelajaran dan hikmah yang dapat kita ambil dari pelaksanaan ibadah qurban, semoga ibdah qurban kita tahun ini diterima oleh Allah SWT. Amin…

Wallahu’alam

Catatan : Tulisan ini disarikan dari berbagi sumber

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s