Posted in Kajian Islam

KUE MUE JELANG LEBARAN

Aneka Kue Lebaran yang dijual di pasar pasar. Tinggal beli dan bawa pulang untuk disuguhkan pada tamu-tamu lebaran
Aneka Kue Lebaran yang dijual di pasar pasar. Tinggal beli dan bawa pulang untuk disuguhkan pada tamu-tamu lebaran

Memasuki paruh ketiga bulan Ramadhan 1436 H / 2015 M biasanya umat muslim sudah mulai merencanakan segala sesuatunya untuk menghadapai Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

Ada yang mulai mencari cari baju baru untuk dipakai hari raya, ada yang sibuk dengan urusan mudik alias balek kampung, ada yang disibukan dengan merenovasi rumah dan mengganti perabot dengan yang baru, ada yang disibukan dengan mencari duit buat lebaran dan tidak ketinggalan para kaum ibu-ibu akan selalu disibukan dengan persiapan kue mue untuk lebaran.

Terkadang tanpa disadari kesibukan-kesibukan itu telah menyita waktu kita untuk memanfaatkan momentum sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Mari kita berdo’a dan bermohon kepada Allah swt. Walaupun kita mesti memikirkan kebutuhan dan hal-hal yang berbau lebaran, kita berharap masih diberikan taufik, hidayah dan kesempatan serta kesehatan untuk mengisi paruh akhir Ramadhan tahun ini dengan amal ibadah yang bermanfaat, amin !

Setiap kali menyambut lebaran, selalu terkenang akan keadaan dimasa-masa kecil dahulu, dimana sewaktu kampung ini belum semaju sekarang.

Kebetulan rumah kediaman dan tempat tinggal berada dalam kondisi berdempeten semacam rumah toko yang masih terbuat dari kayu dan papan.

Dahulu para orang tua tua kita jika seminggu lagi akan lebaran juga disibukan dengan urusan lebaran terutama soal kue dan mue lebaran.

Bedanya dahulu para orang tua-tua kita dalam urusan kue mue lebaran disibukan dengan membeli bahan bahan untuk membuat kue mue lebaran, dan mereka pada umumnya membuat sendiri dan berkreasi sendiri. Ada kebanggan tersendiri jika berhasil membuat kue dan dihidangkan kepada tetamu nanti saat lebaran.

Tidak jarang kalau dimalam hari bunyi kucekan adonan kue terdengar dari rumah sebelah secara bersahut-sahutan. Bau wangi dan harum aroma kue mue itu juga tercium. Terkadang sesekali juga saya ikut membantu orang tua membuat kue. Semangat sekali kala itu jika dapat membantu membuat kue, apalagi kue kesukaan sendiri.

Dan kini karena zaman sudah maju dan semua serba ada, sudah jarang sekali kita jumpai hal-hal semacam itu. Semua orang sekarang dalam memenuhi kue mue lebaran cukup pergi kepasar dan beli sesuai dengan selera. Tinggal pilih, mau yang mahal atau yang biasa semua sudah ada.

Tidak ada lagi suara sahut-sahutan kucekan adonan kue dan harum ranum bau kue matang didalam oven. Tidak ada lagi kreasi dan proses kreatif karena semua serba ada dan instan.

Namun walaupun demikian yang terpenting dalam menyambut lebaran adalah sebaiknya dengan sederhana dan berbagi kepada sesama saudara yang membutuhkan agar bisa berlebaran secara bersama-sama, serta bersliturahim untuk saling memafkan segala kesalahan.

“Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s