Posted in Kajian Islam

Kebaikan Ramadhan Untuk Pengendalian Diri

Suasana mendengarkan Tausyiah menjelang Shalat Tarawih di Mesjid Besar Nurul Hidayah Sungai Salak
Suasana mendengarkan Tausyiah menjelang Shalat Tarawih di Mesjid Besar Nurul Hidayah Sungai Salak
Selamat datang ya Ramadhan, ucapan itulah yang senantiasa harus disampaikan oleh setiap umat Islam dalam menyambuat tamu mulia yaitu bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang dirindukan umat beriman, sebab dalam bulan yang berkah ini Allah swt banyak memberikan kenikmatan dan kebaikan.

Berbagai nama diberikan kepada bulan Ramadhan, ini menunjukan kemuliaan dan keutamaan bulan yang hanya diberikan bagi umatnya Nabi Muhammad SAW. Ramadhan dinamakan Syahrul Mubarak karena didalamnya banyak terdapat barakah Allah Ta’ala. Ramadhan disebut Syahrul Fathi karena didalamnya terdapat kemenangan umat Islam atas nafsunya yakni kemenangan haq atas kebatilan dan kemenangan keimanan atas kekufuran.

Bulan Ramadhan disebut juga dengan Syahrul ‘adzim karena bulan ini adalah bulan agung dan mulia dan Ramadhan juga dinamakan dengan Syahrul Qur’an karena pada bulan ini Alqur’an sebagai kitab suci dan pedoman umat manusia diturunkan, sebagaimana firman Allah swt dalam Alqur’an surat Al-baqarah ayat 185 yang artinya : Bulan Ramadhan adalah bulan diiturunkannya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan dari petunjuk itu, serta pembeda antara yang hak dengan yang batil.


Dalam bulan Ramadhan ini Allah swt melipat gandakan pahala kebaikan yang dilaksanakan. Amalan amalan sunah dinilai dengan amalan wajib sedangkan amalan wajib dilipatgandakan pahalanya menjadi tujuh puluh kali lipat.

Puasa atau shaum memiliki nilai pendidikan yang amat tinggi, yang antara lain adalah dengan shaum kita dididik untuk menahan hawa nafsu, membiasakan disiplin dalam taat beribadah dan bekerja serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan.

Syahwat perut dan kemaluan merupakan dua hawa nafsu yang paling kuat pada diri manusia. Jika diperturutkan akan banyak menjerumuskan manusia kedalam lembah nista dan kehinaan. Dalam shaum Ramadhan ini kita umat Islam dididik untuk selalu mengendalikan hawa nafsu untuk menjadi orang-orang yang bersih jiwanya sehingga melahirkan amalan dan perbuatan yang terpuji.

Puasa tidak sekedar hanya aktivitas fisik yang meninggalkan makan dan minum serta hubungan suami istri, melainkan puasa adalah sarana pengendalian diri dengan jalan taat sepenuhnya menghambakan diri kepada Allah swt dan syariat Islam. Hanya Allah swt dan hamba itu sendiri yang tahu tentang puasa yang dijalaninya.

Orang yang beriman dalam menjalankan ibadah puasa akan selalu menjaga hal-hal yang dapat merusak dan menodai puasanya dan berusaha untuk dapat membedakan antara yang baik dan buruk, antara yang haq dan batil. Melalui ibadah berpuasa kita dituntut untuk mengendalikan diri dengan sebaik-baiknya, pengendalian diri itu meliputi antara lain :

1. Pengendalian Penglihatan, melalui puasa kita dituntut untuk mengendalikan penglihatan untuk tidak pernah melihat yang tidak pantas serta aurat lawan jenisnya. Selalu menahan pandangan pada pria dan wanita yang memang bukan muhrimnya.
2. Pengendalian Pendengaran, melalui puasa kita diarahkan untuk menerima informasi kebenaran, tidak untuk menerima informasi berupa fitnah, gunjingan dan keterangan keterangan batil lainnya.
3. Pengendalian Mulut dan lidah, melalui puasa kita selalu diarahkan untuk mengucapkan hal-hal yang baik, tidak bicara yang keji dan munkar atau yang tidak bermanfaat berupa dusta, gunjingan, fitnah dan sebagainya.
4. Pengendalian Tangan, melalui puasa kita selalu siap menyumbangkan tenaga bagi tegaknya kebenaran, memberi sedekah, memberi manfaat kepada manusia dengan karya-karya yang baik dan berguna dan bukan sebaliknya dipergunakan untuk menyakiti dan merusak.
5. Pengendalian kaki, melalui puasa kita selalu diajak ketempat tempat yang diridhai Allah swt dan bermanfaat untuk masyarakat, bukan ke tempat maksiat yang dibenci Allah swt.
6. Pengendalian perut, melalui puasa kita dituntut hanya menerima makanan yang halal lagi baik dan tidak berlebihan dan bukan memakan makanan haram baik dzatnya, sifatnya maupun akibatnya.
7. Pengendalian kemaluan, melalui puasa kita selalu dipelihara dari perbuatan zina, baik terang-terangan maupun tersembunyi. Hanya berhubungan dengan yang dihalalkan oleh Allah swt melalui jenjang pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam.

Bulan Ramadhan juga merupakan bulan latihan dan pendidikan bagi jiwa dan roh mukminin melalui qiyamullail (salat tarawih) dan i’tikaf di masjid. Dengan qiyamullail ini roh mukminin dan mukminat diharapkan akan mendapatkan kekuatan spritual yang dahsyat dalam menghadapi berbagai gelombang ujian dan cobaan dalam situasi dan kondisi apapun. Sebab melalui salat sunat tarawih yang hanya ada di bulan Ramadhan ini kita akan banyak menghadapi cobaan dan godaan untuk melaksanakannya, mulai dari kelelahan dan keletihan serta rasa mengantuk hingga cobaan lainnya yang menuntut kesabaran dan keikhlasan untuk dapat menunaikannya. Dengan bekal ini dan jika kita lulus dengan baik makan kita akan mendapatkan spirit baru untuk menghadapi tantangan kehidupan dibulan-bulan berikutnya.

Kebaikan bulan Ramadhan juga memberikan bimbingan kepada umat islam agar senantiasa menjadi umat yang pemurah dan dermawan dengan sikap memberi lebih banyak daripada menuntut hak. Berilah pertolongan kepada kaum yang lemah. Bersihkan jiwa dan harta dengan membayar zakat, berikan shadaqah dan infaq dijalan Allah untuk pembangunan mesjid, madrasah dan berbagai kegiatan dakwah islam lainnya. Semoga bulan suci Ramadhan kali ini benar-benar menjadi bulan kebaikan dan latihan untuk pengendalian diri serta memberikan berkah dan rahmat kepada seluruh umat islam. Wallahu’alam.

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s