Posted in Pendidikan

Menjadi Panutan dan Teladan

Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, alat transportasi semakin canggih dan semakin beragam. Mulai dari yang murah dan sederhana hingga yang tak ketulungan mahalnya. semisal kendaraan roda empat yang harganya miliaran rupiah, serasa orang Indonesia belum pantas untuk menggunakannya kalau melihat income perkapitanya. Tapi apa mau dikata walaupun harganya segitu mahal orang kita tetap bisa membelinya terutama orang-orang berduit dikota-kota besar.

Kata tetangga saya “kalau uang sebanyak itu disumbangkan dan digunakan untuk membangun jalan yang banyak bopeng dikampung kita ini, akan terasa manfaatnya”.

Kelihatannya semakin sulit untuk dapat menolak dinamika dan perubahan gaya hidup masyarakat belakangan ini yang kebanyakan sudah berfikiran maju dan cendrung pragmatis. Budaya kolektif yang menonjol di kampung-kampung sudah mulai pudar dan mulai tergerus dengan budaya pragmatis dan instan dengan ciri-ciri berkurangnya sifat dan sikap gotong royong.


Hasil pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah selama ini sedikit demi sedikit mempunyai pengaruh dan dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat. Kesejahteraaan dan kemakmuran mulai terlihat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya taraf ekonomi sebagian masyarakat kita.

Dibalik itu pula ada hasil-hasil pembangunan yang perlu dicermati dan dievaluasi agar tidak menimbulkan kerugian dan berdampak negatif. Pembangunan moralitas dan karakter anak bangsa sedikit agak kedodoran kalau tidak mau dibilang tertinggal.

Kenakalan remaja, terlibat kasus narkoba dan obat-obatan terlarang, sex bebas, kekerasan dan penyimpangan prilaku anak-anak remaja kita merupakan indikator dan pertanda bahwa kita perlu membenahi dan memperbaharui kebijakan-kebijakan pembangunan terutama dibidang pendidikan.

Walaupun saya bukan seorang pendidik, namun tidak ada salahnya kalau saya juga ikut prihatin dengan perkembangan generasi kita yang katanya nanti akan menjadi bonus demografi. Bagaimana natinya Bonus demografi akan membawa manfaat dengan mental yang bobrok jika tidak benar-benar di benahi dari sekarang.

Penyimpangan-penyimpangan perilaku remaja kita kalau diurai satu persatu sudah pasti akan ada dan terdapat pada semua segi. Perkembangan terakhir dikampung saya sudah ada beberapa orang yang terlibat penggunaan narkoba dan obat-obat terlarang yang berurusan dengan aparat berwenang. Kita cukup merasa prihatin, dan jangan anggap ini adalah persoalan biasa.

Dari segi berlalu lintas juga kita ambil contoh, banyak anak-anak remaja kita yang masih dibawah umur melanggar aturan dan menjadi kebiasaan telah mengangkangi aturan berlalu lintas. Realitas anak-anak remaja kita dibawah umur yang berseliweran di jalanan menggunakan kendaraan tanpa memiliki surat izin mengemudi bebas tanpa ada yang bisa melarang dan mengawasi.

Melihat perkembangan terakhir, adanya kecelakanan maut yang diakibatkan oleh keteledoran anak dibawah umur yang membawa kendaraan sehingga mengakibatkan timbulnya korban, rasanya tidaklah berlebihan ini dijadikan momentum para orang tua dan pihak sekolah terutama para pendidik dan pemangku kepentingan untuk kembali melakukan evaluasi membenahi dan memperbaiki kebiasan, moral dan etika anak-anak kita terutama dalam berlalu lintas untuk keamanan dan keselamatan baik untuk diri sendiri dan orang lain.

Saya sangat setuju dan sependapat dengan para pakar dan pendidik yang memiliki perhatian terhadap pendidikan anak bangsa menyarankan agar anak-anak kita yang masih dibawah umur untuk tidak difasilitasi dengan benda-benda dan barang-barang yang belum mereka butuhkan.

Sekolah-sekolah sudah saatnya dan mulailah dari sekarang untuk kembali menerapkan aturan yang mengakomodasi agar anak-anak didik serta remaja kita tidak terlalu terjerumus dan terlena dengan kemapanan orang tua mereka sehingga mereka dapat dengan mudahnya menggunakan fasilitas-fasilitas yang diberikan orang tua masing-masing yang sebenarnya belum saatnya untuk mereka gunakan, terutama kendaraan untuk pergi sekolah.

Ada baiknya dan patut dimulai serta dianjurkan agar anak-anak didik kita yang sekolahnya tidak terlalu jauh dengan rumah untuk bersepeda pergi kesekolah. Bersepeda disamping sehat juga ikut menjaga kebersihan lingkungan dari polusi udara, mungurangi kemacetan dan kebisingan lalu lintas jalan raya.

Kita tidak hanya bisa menyuruh mereka untuk bersepeda, yang lebih penting lagi menurut saya adalah kita sebagai orang tua memberikan contoh terlebih dahulu. Kita harus siap menjadi panutan dan teladan mereka agar apa yang diharapkan dapat tercapai.

Terakhir para pembuat kebijakan juga harus siap dan konsisten untuk menyediakan fasilitas pendukung seperti jalan khusus untuk pengendara sepeda, pejalan kaki dan sarana publik lainnya. Dan menerapkan aturan yang telah disepakati secara tegas agar tertib dan keselamatan semua orang terjamin di jalan raya. Semoga…

Wallahu’alam…

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s