Posted in Olahraga

SEPEDA ONTHEL KESAYANGAN

Tak pernah sebelumnya bercita-cita akan memiliki sepeda jadul onthel. Awalnya hanya iseng saja dan kebetulan di kampung saya ini ada yang sering bawa sepeda onthel. Lagi pula saya bukan termasuk orang yang ahli serta tahu benar bagaimana sepeda yang baik dan berkualitas. Terkadang ada sesuatu yang beda jika melihat mereka menggunakan sepeda onthel. Kesannya seolah bernostalgia kembali ke zaman tempo dulu.

Bagi saya pribadi bukan hal yang aneh kalau melihat jenis sepeda ini, sebab saya yang hidup dan lahir di tahun 70 an masih menjumpai banyak orang yang menggunakan sepeda ini. Baik untuk transportasi maupun untuk mendukung kegiatan usaha ekonomi keluarga sehari-hari. Diantaranya adalah digunakan untuk mengangkat dan membawa hasil –hasil pertanian ke pasar untuk dijual disaat hari pasar.

Disamping tidak adanya model alat angkut yang lain sepeda jenis ini memang dikenal sangat kuat dan tahan banting untuk digunakan membawa barang-barang bawaan yang diletakan diatas batangan atau frame horizontalnya dalam jumlah yang banyak.


Ada banyak nama yang diberikan orang kepada jenis sepeda ini. Kalau di Kampung saya ini pada umumnya orang-orang memberikan nama dan sebutan kepada sepeda jenis ini dengan sebutan sepeda unta.

Hal yang sedikit agak asing barangkali bagi generasi atau orang-orang yang baru melihat sepeda seperti ini, apalagi bagi mereka yang lahir di era tahun 90 an. Karena sepengetahuan saya sejak tahun 90 an sepeda jenis ini sudah mulai jarang kelihatan dan dipakai oleh masyarakat sebagai alat transportasi. Karena pada era 90 an kendaraan bermotor atau sepeda motor sudah mulai menggantikan model transportasi masyarakat.

Sejak kendaraan atau sepeda bermotor mulai banyak digunakan orang dan memenuhi jalan-jalan yang pada umumnya sudah beraspal, maka sepeda unta ini sudah mulai masuk kedalam kampung dan kebun-kebun serta hutan-hutan untuk digunakan sebagai alat angkut hasil pertanian dan hasil hutan.

Kondisi sepeda saat belum direnovasi dan di tambah aksesori

Disamping kendaraan bermotor, sepeda jenis yang lebih kecil ukurannya sudah mulai masuk dan digunakan masyarakat. Tak dapat dipungkiri sayapun pernah memiliki sepeda jenis SANKI yang kala itu didatangkan dari negeri tetangga yakni Singapura. Maklum pada Zaman itu saya masih duduk di kelas 2 (dua) Sekolah Dasar Negeri kira-kira tahun 1982 dimana sebagian usaha masyarakat di sini adalah pedagang-pedagang yang memperjual belikan barang-barang yang dibeli dari negeri tetangga Singapura. Sepeda SANKI itu sengaja dibeli orang tua sebagai hadiah karena saya berhasil naik kelas dari kelas 2 (dua) ke Kelas 3 (tiga) Sekolah Dasar.

Saking senangnya memiliki sepeda saat itu sampai-sampai saya tidak konsentrasi lagi untuk pergi sekolah dan kepikiran untuk main sepeda terus. Sepeda SANKI tersebut tetap setia dan saya gunakan sampai saya Sekolah Menengah Atas. Sebab dahulu hanya sepeda yang dimiliki sebagai alat transportasi. Walaupun ada sebagian rekan yang sekolah sudah menggunakan kendaraan bermotor, tapi kendaraan jenis sepeda motor ini hanya dipakai oleh mereka yang berkantong tebal.

Mengawali keinginan untuk memiliki sepeda kembali saya berniat untuk membeli jenis sepeda gunung (MTB), yang rencanya akan saya gunakan sebagai sarana berolahraga. Karena saya pikir medan di daerah saya sedikit cocoklah menggunakan sepeda gunung. Tapi rasanya budgetnya sedikit lumayan menguras kantong. Kemudian saya putuskan untuk mencari sepeda tua saja, dan kebetulan ada yang mau jual.

Kondisi sepeda setelah direnovasi dan ditambah aksesori

“Sepeda Onthel ini bermerk Hercules” kata siempunya yang mau jual. Walaupun tidak semuanya komponen original lagi, yah lumayanlah daripada nanti keduluan diambil orang lain, saya pikir agak sulit mencari yang siap pakai dengan harga kompetitif. Setelah saya beli saya perbaiki dan modifikasi sedikit biar kelihatan bersih, jadilah sekarang sepeda kesayangan.

Kini sudah banyak rekan dan teman yang ikut-ikutan mencari sepeda onthel, karena ingin bergabung dengan Komunitas, yang baru-baru ini sudah dibentuk. Mari kita galakkan kembali budaya sehat dengan berolahraga ataupun bersepeda onthel, minimal seminggu sekali demi menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan tetap bersih dan sehat. Disamping melestarikan budaya kita yang dulunya bersepeda adalah keseharian masyarakat Indonesia.

Semoga dengan rajin berolahraga kita semua tetap sehat dan terhindar dari macam-macam penyakit orang modern yang sekarang akibat tuntutan pekerjaan dan ekonomi yang menyebabkan stres, perubahan pola dan jenis makanan serta lingkungan yang penuh dengan polusi serta radikal bebas, banyak bermunculan jenis penyakit dan terkadang sulit untuk diobati, dan jangan lupa pula penting sekali untuk tetap berdo’a kepada Allah SWT agar selalu diberikan keselamatan serta kesehatan lahir dan bathin.

Salam, Gowes terus sampai keringatan…

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

One thought on “SEPEDA ONTHEL KESAYANGAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s