Posted in Artikel dan Opini

Memfilter “Overload” Informasi

Dalam era teknologi informasi sekarang ini sudah tak terbendung lagi begitu banyak dan melimpahnya informasi. Ada banyak media dan saluran yang menyajikan beragam informasi mulai dari koran, televisi, radio dan internet.

Internet oleh orang zaman kakek dan nenek saya semula tidak pernah terbayangkan, telah menjadi sebuah media yang bisa menggantikan teknologi-teknologi pendahulunya.

Dalam internet juga ada informasi yang semula hanya didapatkan dengan membaca koran, dalam internet juga bisa menyaksikan siaran televisi dan video, dalam internet juga bisa berdagang alias berjualan, dalam internet juga bisa melakukan interaksi sosial dan segala sesuatu baik itu positif maupun yang negatif tampaknya akan bisa dilakukan manusia dengan internet.


Anda yang punya jaringan internet dirumah ataupun yang mobile barangkali mungkin juga akan merasakan apa yang saya rasakan bahwa mencari suatu informasi sekarang begiru mudahnya dan cendrung melimpah ruah. Bahkan anda yang tidak mengerti suatu bahasa akan terbantu dengan internet untuk menterjemahkan kebahasa yang diinginkan.

Di era sekarang dan akan datang para ahli memprediksikan bahwa senjata yang ampuh bukan lagi hanya terletak pada begitu besarnya kekuatan militer (Hard Power) yang dimiliki oleh suatu negara, akan tetapi senjata yang juga tak kalah ampuhnya adalah penguasaan informasi (Soft Power).

Negara ataupun orang yang bisa menguasai informasi dan mengemas isu sedemikian rupa akan berkemungkinan besar bisa lebih maju selangkah daripada yang tidak bisa memanfaatkan informasi sama sekali.

Kenyataan pengaruh informasi ini dengan teknologinya berlaku dapat kita rasakan bagaimana dahsyatnya jejaring sosial yang dipakai untuk mempengaruhi opini masyarakat sehingga mampu membawa orang kedalam satu tujuan semisal meruntuhkan seuatu rezim sebagaimana yg terjadi belakangan di beberapa belahan dunia hingga menjadi lengser dan hancur berantakan.

Saking mudahnya dan banyaknya informasi sekarang tersaji, maka tak mengherankan kita akan mudah pula digiring untuk melahap mentah-mentah informasi yang sebenarnya hanya untuk kepentingan-kepentingan kelompok tertentu.

Tanpa disadari menghadapi titik jenuh sebagai pengguna dan penikmat informasi akibat kelebihan informasi (overload), akan dapat menimbulkan gejala sulitnya fokus untuk menerima informasi, karena merasa semua informasi begitu penting, padahal sama sekali tidaklah penting, Kalau sudah begini maka kita harus berhati-hati dan waspada.

Hal yang terbaik yang dapat kita lakukan dalam situasi seperti ini adalah pintar-pintar alias pandai-pandai memfilter informasi yang akan kita terima.

Kata para ahli dan hikmah, kita jangan terjebak dengan agenda dan seting dari suatu informasi yang seolah-olah itu adalah sesuatu yang begitu penting, namun belum tentu baik untuk lingkungan kita, keluarga, kepentingan umat dan rakyat kebanyakan.

Wallahu ‘alam

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s