Posted in Kajian Islam

Malam Seribu Bulan

Ramadhan telah berlalu lebih kurang dua puluh tiga hari, dan ini berarti tinggal tujuh hari lagi waktu bagi kita umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa bersama Ramadhan 1432 H tahun ini. Kita tidak akan pernah mengetahui apakah Ramadhan tahun depan masih bisa bertemu kembali, karena semua ini adalah kekuasaan Allah SWT yang akan menentukan.

Semoga dua puluh tiga hari Ramadhan yang telah kita lalui memberikan hasil yang positif bagi peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam dibulan-bulan berikutnya. Dan mari kita senatiasa berdo’a agar kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan.

Salah satu ciri khas bulan Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar di dalamnya. Lailatul Qadar tidak terdapat pada bulan-bulan yang lain, ia hanya ada pada bulan Ramadhan. Lailatul Qadar (malam kemuliaan) adalah suatu malam yang memiliki nilai yang paling tinggi dari malam-malam yang lain. Malam Qadar (lailatul qadri), seperti yang digambarkan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an, lebih baik dan lebih utama daripada seribu bulan. Yang dimaksud adalah bahwa suatu amal yang dilakukan pada malam itu lebih baik dan lebih utama daripada ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.


Tidak seorangpun yang mengetahui kapan atau pada hari apa malam Qadar itu terjadi pada setiap bulan Ramadhan. Yang jelas, menurut hadis Nabi, ialah bahwa Lalatul Qadar itu terjadi biasanya pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, seperti 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.

Menghidupkan Lailatul Qadar yaitu mengisi malam-malam ganjil itu dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lailatul Qadar yaitu malam di mana seorang muslim menyerahkan diri kepada Allah SWT. dengan ikhlas, menghadap kepadanya dengan memohon doa, meminta ampun atas segala dosa, melakukan salat-salat sunat, berzikir dan membaca Al-Qur’an.

Rasulullah telah menegaskan di dalam hadisnya yang menyatakan: “Barang siapa yang bangun dan melakukan ibadah pada malam lailatul qadar dengan penuh keikhlasan dan keimanan, maka segala dosanya diampunkan oleh Allah swt.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW memberikan suri tauladan kepada kita untuk bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh hari terakhir dalam bulan suci Ramadhan dengan lebih meningkatkan amalan-amalan melebihi waktu-waktu lainnya diluar Ramadhan sebagaimana yang disampaikan oleh istri Rasulullah SAW Aisyah RA : “Apabila Nabi SAW memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi istri beliau dari berjimak), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kenyataan kita sekarang sebahagian umat Rasululllah SAW banyak yang telah melupakan tauladan Rasulullah SAW ini. Setiap kali Ramadhan diawalnya kita begitu bersemangat untuk berbondong-bondong ke masjid menghidupkan malam-malam Ramadhan. Namun setelah memasuki malam-malam akhir Ramadhan kita malah mengendorkan sarung dan menjauh dari Mesjid.

Shaf yang pada malam pertama hingga kesepuluh penuh, pada malam-malam sepuluh akhir Ramadhan justru menjadi tinggal sedikit dan mulai sepi. Padahal jika kita mengetahui Fadhilah bahwa pada malam-malam akhir sepuluh Ramadhan itu sangat besar niscaya kita tidak akan mau menyia-nyiakannya dan membiarkan berlalu begitu saja, karena pada waktu-waktu yang demikian itulah datangnya saat yang dinamakan dengan malam Lailatul Qadar (malam seribu bulan).

Mari kita berdo’a dan bermunajat kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan dan kesempatan untuk dapat meraih kemulian pada akhir-akhir Ramadahn tahun ini. Amin…
Wallahu ’alam.

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s