Posted in Artikel dan Opini

Dirgahayu Republik Indonesia

Tanpa kita sadari sekarang Negara Kesatuan Republik Indonesia telah menginjak usia yang ke – 66 tahun. Setiap tanggal 17 Agustus segenap rakyat Indonesia di seluruh Tanah Air secara bersama-sama mengisi hari ulang tahun kemerdekaan dengan berbagai kegiatan untuk memeriahkan, yang puncaknya dilaksanakan upacara di tempat masing-masing dengan hikmat seraya mengheningkan cipta, mengibarkan bendera Merah Putih merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan pula dengan bulan Ramadhan dimana seluruh umat Muslim melaksanakan ibadah Puasa. Keberhasilan merebut kemerdekaan dengan mengusir para penjajah merupakan buah dari hasil perjuangan para pahlawan yang telah rela berkorban demi kebebasan yang dicita-citakan. Hal yang tak kalah penting atas keberhasilan dari segala perjuangan itu adalah tidak terlepas dari pertolongan serta berkat Rahmat Allah SWT.


Dalam usia yang ke-66 tahun jika diibaratkan seorang anak manusia maka tergolong usia yang sudah matang kalaupun tidak ingin dikatakan tua, bahkan jika dibandingkan dengan usia Rasululah SAW yang hanya 63 tahun, usia kemerdekaan sudah dikategorikan mendapatkan bonus karena melebihi usia Rasulullah SAW. Namun demikian hal ini hanya sebagai perumpamaan saja, semoga dengan perumpamaan yang demikian kita semua dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap peringatan kemerdekaan bangsa dan tanah air yang kita cintai ini.

Paskibra tengah bertugas menaikan Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT RI ke 66 di Kecamatan Tempuling

Tugas kita apalagi para generasi penerus bangsa ini sekarang dan kedepan tidak hanya sekedar memperingati hari kemerdekaan saja tetapi juga selalu mendoakan para pahlawan bangsa agar segala jerih payahnya diterima disisi Allah SWT, menghargai perjuangannya serta bekerja keras untuk mengisi kemerdekaan seperti yang dicita-citakan dalam pembukaan Undang-Undang dasar 1945, membangun manusia Indonesai seutuhnya menuju masyarakat adil dan makmur.

Dalam perjalanan mengisi kemerdekaan yang sudah 66 tahun ini barangkali masih banyak hal-hal yang belum dilakukan oleh Pemerintah yang diamanahkan sebagai penyelenggara urusan Negara. Namun upaya selalu dilakukan oleh Pemerintah sejak zaman Orla, Orba hingga zaman Reformasi sekarang ini dalam rangka mencapai cita-cita perjuangan para pendahulu bangsa.

Bangsa kita bangsa yang besar yang terdiri dari berbagai Suku, Ras dan Agama. Ada banyak kepentingan yang mesti diakomodir, ditata dan diatur sedemikian rupa, dan ini merupakan bukan pekerjaan yang mudah semudah membalikan telapak tangan. Pekerjaan mengisi kemerdekaan bangsa ini memerlukan kerjasama dan sinergisitas seluruh komponen bangsa yakni Pemerintah bersama Rakyatnya.

Era reformasi telah melahirkan kehidupan bangsa yang makin Demokratis. Reformasi ditandai dengan perbaikan disemua lini untuk menuju arah yang lebih baik. Semua ini tergantung dan kembali kepada diri kita masing-masing. Apakah kita akan terus bangkit, berjuang dan bekerja keras demi keberlangsungan Bangsa kita yang kaya dan indah ini, apakah kita ikut mencarikan solusi atas persoalan-persoalan bangsa yang kita hadapi atau hanya mengkritisi tanpa ada solusi, atau hanya duduk termangu, menggerutu, mencaci maki, tidak peduli, apatis, menuding serta mencari kesalahan-kesalahan serta kambing hitam, sementara tidak berbuat sama sekali ?, silahkan tentukan pilihan Saudara, karena usia bangsa ini akan mencatat pilihan kita hendak kemana kita akan menempuhnya…. Dirgahayu Bangsaku…. Wallahu’alam

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s