Posted in Lingkungan

Menanam Pohon Hijaukan Bumi

Anda mungkin sepakat bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini suhu bumi mengalami perubahan yang cukup membuat semua orang beropini bahwa telah terjadi pemanasan global. Opini dan pendapat tersebut bukanya mengada-ngada namun dibarengi dan telah disertai fakta-fakta yang disimpulkan oleh beberapa ahli melalui beberapa penelitiannya.

Hal yang mungkin tidak perlu penelitian secara mendalam dan dapat dilihat dengan kasat mata adalah bahwa tumpukan es di kutub sebagian telah mencair yang diakibatkan naiknya suhu bumi. Sebab pemanasan global itu sendiri adalah peningkaan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi (Wikipedia).

Pemasanan global berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan disebabkan oleh banyak faktor. Faktor manusia sebagai penghuni bumi ini disinyalir sangat dominan dalam menyumbang adanya pemanasan global itu sendiri. Dimana manusia yang hidup di abad modern ini banyak sekali menggunakan bahan-bahan dan alat-alat hasil temuan manusia sendiri yang dapat memicu timbulnya pemansan global, yakni sejak revolusi industry abad ke 18 dimana manusia telah memulai dengan menggunakan bahan bakar dari fosil untuk mendukung aktifitas kehidupan dan ekonominya yang pembakarannya menghasilkan karbon dioksida.


Sebagai contoh sederhana adalah penggunaan kendaraan yang menggunakan bahan bakar dari fosil. Jika dihitung semua jumlah kendaraan dimuka bumi ini maka sebanyak itu pula sisa pembakaran yang dapat memicu terjadinya pemanasan global. Trennya selalu meningkat dibarengi dengan bertambahnya jumlah penduduk dan bertambah pula jumlah kendaraan yang diproduksi.

Dampak yang ditimbulkan oleh adanya pemanasan global ini sangat beragam diantaranya adalah iklim yang mulai tidak stabil dan bersahabat lagi dimana pola cuaca tidak dapat terprediksi dengan baik dan cendrung lebih ekstrim, terjadinya peningkatan permukaan air laut yang akan mengakibatkan mengecil dan menyempitnya daerah daratan.

Selain itu gangguan ekologis juga akan menjadi dampak yang bakal diakibatkan oleh adanya pemanasan global ini. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Hewan dan binatang akan bermigrasi mencari tempat baru akibat adanya penebangan hutan untuk pemukiman dan industri, sehingga jika tempat-tempat baru ini tidak mendukung akan kelangsungan hidup hewan-hewan ini maka akan berakibat musnahnya beberapa spesies.

Dampak lainnya adalah dampak sosial dan politik yang diakibatkan oleh adanya pemanasan global ini yakni, perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas. Temperatur panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehinnga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.

Akibat perubahan cuaca yang ekstem dan peningkatan air laut juga akan menyebabkan mencairnya es di kutub dan dapat membawa penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam seperti banjir, badai dan kebakaran serta kematian akibat trauma disamping penyakit bawaan setelah bencana banjir seperti diare, penyakit kulit dan lain-lain.

Melihat kondisi ini maka hal yang menjadi perhatian utama adalah bahwa pemanasan global dipicu oleh adanya penyebaran karbon dioksida yang berlebihan di atmosfer akibat aktifitas manusia di bumi yang cenderung tidak memperhatikan kelestraian lingkungan. Penggunaan bahan bakar fosil yang sudah diambang batas dan penebangan pohon-pohon akibat pembukaan lahan bagi pemukiman dan industry yang besar-besaran merupakan salah satu pemicu rusaknya lingkungan.

Solusi yang selalu ditawarkan oleh para ahli dalam rangka mengurangi efek pemanasan global dan kerusakan lingkungan disamping mengurangi penyebaran karbon dioksida adalah dengan memelihara pepohonan dan memperbanyak menanam pohon yang sebaiknya dimulai dari lingkungan sendiri semisal pekarangan rumah. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya.

Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali lahan gundul yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Untuk itu mari mulai sekarang kita menanam demi kelestarian lingkungan dan mencegah efek pemanasan global yang sangat mengerikan. Mulailah dari lingkungan keluarga sendiri kemudian dilanjutkan ke lingkungan tempat kita bekerja, terus dan terus meluas kelingkungan yang lebih besar lagi. “Ayo menanam, jadikan lingkungan kita hijau dan asri”…

Wallahu’alam

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s