Posted in Artikel dan Opini

Konten Porno atau Otak Yang Porno, sampai Pesakitan Ingin Jadi Staf Ahli

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengancam akan menutup layanan BlackBerry dalam tenggat waktu yang tidak terlalu lama lagi. Akibat Selain karena tidak bisa memblokir konten pornografi, Research In Motion (RIM) sebagai penyedia layanan BlackBerry di Indonesia, tidak memberikan akses bagi penegak hukum Indonesia. (Vivanews, 9 Januari 2011)

Dibelahan lain lagi, Gayus Tambuhan berkehendak “Saya minta dijadikan staf ahli Kapolri, Jaksa Agung, atau Ketua KPK,” ketika membacakan dupliknya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selata, Senin 10 Januari 2011. “Saya janji dalam dua tahun Indonesia bersih,” kata dia. (Vivanews, 10 Januari 2011)

Demikian beberapa tulisan yang sempat terbaca oleh saya di beberapa media tanah air dalam 2 hari terakhir. Soal pemblokiran Blackberry oleh pemerintah akibat penyedia layanan asal Kanada ini yang katanya tidak mengindahkan undang-undang dan regulasi yang berlaku di Indonesia, sah-sah saja barangkali pemerintah melakukan kebijakan ini asal ada dan karena mempunyai dasar aturan yang melatarbelakanginya.


Pro dan kontra jadi bermunculan, bagi yang sudah familiar dengan Blackberry merasa kesenangan dengan mainan buatan RIM ini menjadi berang dan bersuara bahwa kebijakan ini sama sekali tidak menyelesaikan masalah dan bahkan akan berakibat pada kemunduran. Mereka beralasan data pengguna BB terjaga dan terjamin jika dalam keadaan seperti sekarang. Bahkan mereka menantang pemangku kepentingan untuk bisa membuat teknologi yang lebih canggih lagi agar bisa membuka akses data di layanan ini jika ada hal-hal yang mencurigakan.

Sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman jika BB bakal ditutup dan konten-konten layanan yang selama ini menjadi kesenangannnya ada yang hilang dan terpotong. Sebagian orang pula akan merasa nyaman jika konten-konten yang tidak bermanfaat dibuang saja dan layanan bisa dikendalikan serta dimonitor. Simpel saja kali ya, tegakkan aturan dan singkirkan yang tidak ikut aturan, sebab aturan sudah disepakati.

Soal konten porno, disamping memblokir kontennya saya pikir yang lebih utama adalah budaya untuk mengendalikan otak pornonya terutama dari generasi muda. Menghilangkan otak porno barangkali tidak bisa sebab fitrah manusia adalah memiliki syahwat jadi tugas kita semua hanya bisa mengendalikannya.

Yah itu tadi salah satu upayanya gunakan teknologinya untuk meblokir dan mengendalikan hal-hal yang berbau porno. Kalau emang benar BB punya pasar di Indonesia saya yakin RIM tidak akan berani bermain-main dengan Pemerintah, sebab akan kehilangan market share nya di Indonesia akibat ditutup.

Dan satu lagi hal yang sama sekali aneh buat saya, soal Gayus mau jadi staf ahlinya Institusi penegak hukum dan berjanji akan menjadikan Indonesia bersih dalam dua tahun…?, sementara dirinya sendiri saja terkait kasus hukum. Kira-kira apa ya motifnya… ?

Sampai kapan ya kita-kita yang akar rumput ini berhenti disuguhi yang aneh-aneh. Mbok disuguhi yang enak-enak aja kenapa sih, kasian tuh sipenarik becak dari zaman orde baru sampai sekarang tetap jadi penarik becak, kasian tuh nelayan di pelosok sana yang perahunya bocor-bocor, dan harusnya banyak lagi kasihan/perhatian serta berikan bantuan untuk diarahkan buat orang-orang pinggiran. Jangankan punya Blackberry tipe baru, beras seliter aja susah nyarinya, peras keringat banting tulang…

Semoga menjadi pelajaran terutama buat saya pribadi terlebih dahulu….Wallahu’alam…

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s