Posted in Info Daerah

KPUD Inhil Sosialisasi Pemilu Di Kecamatan Tempuling

Sosialisasi PemiluDalam rangka meningkatkan pemahaman warga dan juga para petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tentang tata cara pemilu, pada hari kamis tanggal 26 pebruari 2009 bertempat di Gedung Serbaguna Pangkalan Tujuh Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling, KPUD Inhil bekerja sama dengan PPK Tempuling mengadakan Sosialisasi Tentang Tata Cara Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara Pemilu Legislatif tahun 2009.

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan dihadiri oleh UPIKA, PPS dan KPPS se Kecamatan Tempuling, tokoh masyarakat, pemuda, para ketua RT, Kepala Desa, kelompok organisasi kemasyarakatan, dan elemen lainya dalam lingkungan masyarakat Kecamatan Tempuling.

Sosialisasi diawali dengan laporan ketua panitia penyelenggara yakni ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tempuling ZANZIBAR DARLAN yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Camat Tempuling Drs.TM.SYAIFULLAH.MM sekaligus membuka secara resmi Sosialisasi dan Tata Cara Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu Legislatif tahun 2009 di Kecamatan Tempuling.

”Kepada seluruh peserta sosialisasi kami sangat berharap agar kiranya dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan baik dan sungguh-sungguh karena hal ini sangat penting sebagai salah satu sarana untuk suksesnya pelaksanaan pemilu legislatif yang akan kita lalui nantinya”. Demikian sebagian pesan Camat Tempuling Drs. TM. SYAIFULLAH, MM dalam sambutan dan pengarahannya sesaat sebelum sosialisasi dibuka secara resmi dihadapan para peserta sosialisasi.

Sosialisasi dipandu langsung oleh ketua KPUD Kab.inhil Drs. JHONI SUHAIDI dan sosialisasi kali ini dibagi dalam dua sesi, sesi pertama yakni penyampaian tentang tata cara pemungutan suara yakni tata cara dalam memberikan hak suara pada saat dibilik suara kepada seluruh peserta.

Tata cara pemungutan suara dalam pemilu kali ini berbeda dengan pemilu yang telah lalu, dimana dalam pemilu-pemilu sebelumnya pemberian hak suara dilakukan dengan cara mencoblos surat suara dengan sebuah alat coblos seperti paku, namun dalam pemilu sekarang pemberian suara dilakukan dengan cara mencontreng dengan pena atau spidol.

Dalam pemilu legislatif kali ini mencontreng adalah cara yang diutamakan disosialisasikan kepada seluruh pemilih,  namun berdasarkan Revisi Peraturan KPU No. 3/2009 dan Peraturan ini disahkan pada oleh KPU pada 7 Februari lalu, atau dua bulan menjelang hari pemilihan, ada keadaan dan perlakuan pemilih dalam memberikan hak suaranya yang dianggap sah  pada saat penghitungan oleh Panitia Pemungutan Suara.
Agar tidak salah memahami, apa yang dimaksudkan oleh KPU tentang mencontreng dan sah atau tidak sahnya suara untuk pemilihan anggota DPD, DPR dan DPRD, berikut saya kutipkan secara lengkap Pasal 41 ayat (1) Peraturan KPU No. 3/2009:
(1) Dalam melaksanakan penghitungan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40 ayat (1), apabila Ketua KPPS menemukan bentuk pemberian tanda pada surat suara selain dimaksud dalam Pasal 40 ayat (1) huruf b, yaitu dalam bentuk tanda coblos, atau tanda silang (x), atau tanda garis datar (–),atau karena keadaan tertentu, sehingga tanda centang (√ ) atau sebutan lainnya menjadi tidak sempurna yaitu dalam bentuk (/) atau (\) , suaranya dianggap sah.
Sedang untuk pemilihan anggota DPD, Pasal 42 ayat (2) Peraturan KPU No. 3/2009, berbunyi: Dalam melaksanakan penghitungan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40 ayat (2), apabila Ketua KPPS menemukan bentuk pemberian tanda pada surat suara calon anggota DPD selain dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) huruf b, yaitu dalam bentuk tanda coblos, atau tanda silang (x), atau tanda tanda garis datar (-), atau karena keadaan tertentu, sehingga tanda centang (√ ) atau sebutan lainnya menjadi tidak sempurna yaitu dalam bentuk (/) atau (\), suaranya dianggap sah.

Sedangkan sesi kedua sosialisasi dilanjutkan setelah istirahat makan siang dengan pemberian materi tata cara penghitungan suara kepada seluruh PPS dan KPPS Kecamatan Tempuling.

Selain adanya perubahan dalam tata cara pemberian suara pada pemilu tahun 2009 ini, perubahan juga nampaknya terjadi pada sistim pertanggung jawaban keuangan operasional PPK, PPS, dan KPPS di Kecamatan.

Pada pemilu sebelumnya yakni tahun 2004, prinsip transparansi/keterbukaan masih belum sepenuhnya dilakukan. Tapi sekarang mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 41 tahun 2008 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Komisi Pemilihan Umum Bagian Anggaran 069  bahwa prinsip keterbukaan dan transparansi sudah mulai dilakukan.

Hal ini dapat dilihat dari aturan yang menyatakan bahwa PPK, PPS dan KPPS masing-masing harus mempertanggung jawabkan terhadap dana yang diterimanya dengan cara membuat surat pertanggung jawaban keuangan disertai bukti-bukti yang sah atas belanja dan pengeluaran yang telah dilakukan.

KPPS berdasarkan dana permintaan yang diajukkan kepada PPS menyampaikan rekap pertanggung atas belanja kepada PPS, dan PPS berdasarkan dana permintaan yang diajukan kepada PPK menyampaikan rekap pertanggung jawaban atas belanja kepada PPK. selanjutnya PPK akan melakukan rekap keseluruhan penggunaan dan menyampaikan pertanggung jawaban tersebut ke bendahara pengeluaran KPUD sebagai SPJ keuangan kegitan belanja pemilu se-Kecamatan.

Dengan adanya transparansi dan keterbukaan atas pelaksanaan anggaran ini mudah-mudahan segala kegiatan dalam rangka mensukseskan pemilu dapat terlaksana dengan baik dan lancar terutama bagi para petugas dilapangan seperti KPPS, PPS dan PPK sebagai ujung tombak pemilu yang terkadang-berdasarkan keluhan yang berkembang selama ini- honornya tidak memadai dibanding pekerjaannya. Wallahu’alam…

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s