Posted in Wisata

Jalan-Jalan Ke Propinsi Tetangga

pb1501291Menjelang berakhirnya tahun 2008 ini kami para karyawan Kantor Camat Tempuling melaksanakan penyegaran dengan cara berwisata ke propinsi tetangga yakni propinsi Sumatera Barat tepatnya d Kota Padang dan Bukit Tinggi.

Sudah lama sekali rasanya tidak berkunjung ke propinsi tetangga ini terutama buat saya pribadi. Dahulu memang pernah berkunjung tapi sudah lama sekali yakni sejak masih kuliah di pekanbaru kira-kira tahun 1993. Saat itu saya dan rekan-rekan di Fakultas Ekonomi UNRI satu angkatan dan kelas pergi bersama-sama bertamasya ke Bukit Tinggi.

Memang kota Bukit Tinggi cukup dikenal orang sebagai salah satu tujuan wisata baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Keindahan alamnya yang penuh perbukitan dan kesejukan udaranya cukuplah membuat nyaman bagi siapa saja yang berkunjung kekota ini.

Ada banyak objek wisata yang dapat dikunjungi dikota ini diantaranya adalah kebun binatang, pemandangan ngarai sihanok yang elok, ada lubang-lubang bekas peninggalan saat penjajahan jepang tempo dulu, jam gadang ditengah-tengah kota bukit tinggi, air terjun di lembah anai serta objek-objek wisata lainnya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah wisata belanjanya yang murah meriah.

Rombongan saya yang terdiri dari rekan-rekan satu kantor yang domotori oleh Camat Tempuling T.M. Syaifullah, dengan kendaraan sebanyak 3 (tiga) unit mobil sebelummnya telah berencana pergi ke Sumatera Barat dengan tujuan kota Padang terlebih dahulu dan kemudian akan dilanjutkan ke kota Bukit Tinggi selepas acara pelepasan Jemaah Calon Haji Kecamatan Tempuling tahun 2008. Namun hal ini urung dilakukan karena waktunya tidak tepat. Akhirnya Keberangkatan ditunda dan dilanjutkan kembali seminggu kemudian.

Mulanya saya sedikit agak ragu untuk ikut berangkat bersama rekan-rekan, soalnya kalau saya berangkat saya terpikir pada istri saya yang tinggal sendirian merawat anak saya yang baru berusia 2 bulan. Namun akhirnya saya tetap berangkat sebab waktunya juga tidak terlalu lama hanya 2 harian.

Tiba saatnya rombongan kamipun berangkat, dengan personil lebih kurang 20 orang dengan 3 kendaraan. Ada banyak cerita sepanjang jalan kalau sudah beramai-ramai bepergian, apalagi dengan rekan-rekan sekantor. Mulai dari muda sampai tua, dan belum lagi cerita rekan-rekan yang tidak tahan naik mobil dan biasanya muntah-muntah sampai cerita pesanan tinja kuda yang dititipkan kepada salah seorang rekan kami untuk dibawa pulang nantinya. Sebab di tempat kami sangat tidak mungkin akan ditemukan tinja kuda soalnya tak satupun ada hewan yang namanya kuda.

Menjelang memasuki daerah propinsi tetangga ini ada salah seorang rekan yang bertanya kepada rekan lainnya “sudah berapa lama tidak berkunjung ke propinsi tetangga ? “ lantas rekan yang satu ini polos tanpa dosa menjawab “lebih kurang 53 tahun”. Mendengar jawaban yang demikian kami semua lantas terpingkal-pingkal tertawa. Soalnya yang ditanya umurnya sudah 53 tahun artinya semenjak lahir beliau tidak pernah menginjakkan kaki ke Sumatera Barat. Ha…ha…ha….

Trus ada lagi, saking ingin cepatnya sampai ditempat tujuan supir kami membuat keputusan mengambil jalan pintas eh ternyata setelah separuh perjalanan jalannya ditutup akibat adanya pengerjaan pengerasan jalan. Mau tak mau balik lagi ke jalan semula. Akibatnya apa, rekan yang satunya nyeletuk dan bilang “Kontraktornya bego, masa mengerjakan jalan kok gak dikasi rambu dipangkal jalan bahwa jalan tersebut tidak bisa digunakan sementara karena ada perbaikan”. Sekali lagi kami tertawa ha…ha…ha…

Waktu kira-kira sudah menunjukan pukul 23.00 wib. Kamipun sudah sampai di daerah yang namanya kata orang-orang kiliran jauh. Rombongan beristirahat sejenak sambil rehat minum dan makan ringan. Semua bingung memang memilih tempat makan dan minum untuk rehat. Pasalnya guide tidak ada dan peserta jalan-jalan ini semuanya serba gak tahu.

Pilih punya pilih dipilihlah kedai tempat jual sate padang. Kali aja enak soalnya sudah dinegerinya sendiri. Namun apa yang didapat saking ramainya rombongan kami, gelas minum teman makan satepun jadi diantre. Bahkan ada rekan yang tidak bisa minum soalnya gak ada gelas lagi. Ha..ha..ha…

Perjalanan kekota Padang dilanjutkan lewat sitinjau laut, sesampainya di kota Padang masalah muncul lagi sebab Lagi-Lagi Guide gak ada, jam telah menujukan pukul 02.00 dinihari. Hampir satu jam mencari penginapan yang pas dan setiap disinggahi penginapan penuh. Maklum saat itukan waktu libur akhir pekan. Sudah puas keliling akhirnya ketemu juga penginapan yakni di Hotel Jakarta. Tanpa pikir panjang lagi semua peserta wisata kali ini tidak menyia-nyiakan waktu untuk istirahat menjelang pagi di Hotel yang namanya Hotel Jakarta.

Pagi-pagi sekali rekan-rekan sudah bangun dari istirahat sebab perjalannan semalam cukup melelahkan. Saya bersama rekan sekamar bergegas pergi keluar untuk mencari sarapan pagi, di hotel gak ada sarapan, pake lama banget. Soalnya sesuai jadwal bahwa hari ini setelah keliling sebentar di Kota Padang ini akan langsung cabut menuju kota Bukit Tinggi.

Menjelang pukul 08.00 wib semua rekan sudah bersiap untuk berangkat keliling kota Padang dan Agenda penting kali ini adalah mengunjungi pantai manis (kata Supir kami) dimana disana ada kapalnya Malin Kundang yang telah menjadi batu akibat durhaka pada ibunya. Ada hal yang kembali membuat kami semua tertawa sebab supir kami agak kebingungan mencari jalan menuju arah pantai tersebut, dan sempat berputar-putar dua kali dijalan yang sama.

Untuk menghindari terjebak yang ketiga kalinya berputar-putar di jalan yang sama, terpaksa supir kami Tanya sana tanya sini pada orang-orang dijalan yang dianggap tahu arah menuju ke pantai tersebut. Akhirnya jalan terbuka dan ternyata arah jalan tersebut mendaki bukit yang cukup tinggi dan terjal. Saya membayangkan seandainya terjatuh nih mobil dan masuk jurang otomatis semuanya pulang hanya tinggal namanya saja lagi.

Namun Alhamdulillah kami sampai ditempat tujuan, dan pagi itu suasana masih terasa sepi. Orang-orang pada gak ada kemana ya…. Guman saya. Suasana pantai terasa begitu nyaman soalnya di tempat kami gak ada pantai sebagus ini. Semua rekan-rekan tak buang-buang waktu lagi langsung pasang posisi untuk dilakukan pemotretan sebagai kenang-kenangan. Tak ketinggalan juga berpose didekat dimana Kapal dan Malin Kundang yang telah menjadi batu.

Pada waktu yang bersamaan kebetulan ada turis dari Malaysia yang sepertinya satu keluarga juga mampir melihat-lihat Kapal dan Batu Malin Kundang. Sambil berpesan kepada anak-anak nya yang juga kebetulan ikut serta bahwa batu ini suatu bukti dan pelajaran bahwa jangan pernah durhaka kepada Ibu Bapak disamping dosa besar dan do’a ibu Bapak itu sangat Makbul.

Hampir separuh hari waktu kami habiskan di pantai dan menjelang siang kamipun beranjak meninggalkan pantai untuk mencari rumah makan soalnya perut semua peserta wisata sudah mulai keroncongan.

Jadwal yang semula setelah keliling kota Padang perjalanan akan dilanjutkan ke Bukit Tinggi sedikit mengalami perobahan. Sebab ada armada kami yang perlu dimasukan ke bengkel untuk menjalani perbaikan dan penggantian suku cadang. Maka perjalanan ke Kota Bukit Tinggi akan dilanjutkan keesokan harinya dan peserta wisata kali ini tetap menginap kembali di Hotel Jakarta.

Namun menjelang malam waktu dihabiskan berenang di pantai kota Padang. Dan sayang sekali pantai kota padang saat itu (waktu kami berkunjung) masih biasa saja tanpa ada pengelolaan dan penataan serta permainan-permainan yang dapat dinikmati para pengunjung. Alangkah bagusnya pantai tersebut dikelola dengan menambahkan berbagai macam permainan buat pengunjung semisal membangun Marine City dengan permainan-permainan seperti jetsky, selancar, perahu banana dan sebagainya oleh Pemerintah Daerah setempat, hitung-hitung untuk mendongkrak pendapatan asli daerah melalui objek wisata.

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukit Tinggi dan dalam perjalanan kami singgah sebentar di air terjun lembah anai sambil berpose dan menikmati indahnya air terjun. Menjelang sampai di bukti tinggi kami semua juga tak lupa singgah makan sate yang kata orang kalau tak singgah untuk makan sate disini belum lagi ke sumatera barat (saya lupa nama tempatnya). Konon SBY presiden kita juga pernah singgah dan makan sate disini. Terbukti ada Foto-Foto beliau bersama robongan saat berkunjung di rumah makan tersebut.

Sesampainya di Bukit Tinggi matahari sudah diatas kepala dan ini pertanda perjalanan waktu sudah separoh hari. Rencana untuk mengunjungi objek wisata di Bukit Tinggi sepertinya akan batal sebab waktu tidak memungkinkan dan sore harinya kami semua sudah harus kembali pulang.

Sedikit agak kecewa namun apa hendak dikata kita selalu diburu waktu dan dibatasi oleh waktu. Namun sungguhpun demikian semua rekan-rekan nampak biasa dan dapat memahami dan sebagian berkata lain waktu kita akan berkunjung lagi.

Memang jalan-jalan kali ini momennya dan waktunya kurang pas. Kenapa saya katakan demikian karena jalan-jalan tidak pada saat waktu libur panjang, jadi wisata tidak bisa maksimal. Namun sungguhpun demikian semua rekan patut berterima kasih pada pimpinan karen jalan-jalan kali ini mungkin kado dan hadiah perpisahan dari pimpinan yang kabarnya tidak berapa lama lagi bakal akan dipromosikan. Selamat kita ucapkan…… Bagi anda siapa saja…… silahkan berkunjung ke Sumatera Barat, alamnya yang sejuk dan indah Insya Allah akan dapat menghilangkan stress dan ketegangan oleh rutinitas sehari-hari….

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s