Posted in Ekonomi dan Bisnis

Peluang penerapan sistim ekonomi berbasiskan Islam (syariah)

seorang petani sedang mengolah hasil kebun kelapanya
Petani Kelapa : seorang petani sedang mengolah hasil kebun kelapanya

Latar belakang

Krisis keuangan yang terjadi tahun ini dan bermula di Amerika Serikat mengakibatkan serta mempengaruhi semua keadaan ekonomi negara-negara didunia khususnya bursa saham dan dunia perbankan, tanpa terkecuali negara kita Indonesia juga mengalami dampaknya walaupun belum sampai memporak-porandakan sendi-sendi perekonomian negara kita.

Pemerintah Amerika serikat seperti yang dikabarkan banyak media bahwa telah mengeluarkan program 700 milyar US Dollar untuk menyelamatkan krisis yang terjadi di negaranya. Para pakar dan ekonom Amerika bahkan dunia memperkirakan program yang dikeluarkan Pemerintah Amerika tidak akan mampu menyelesaikan masalah yang sekarang dihadapi oleh Amerika, karena program pemerintah Amerika tersebut memberikan terapi bukan pada akar permasalahannya.


Kebijakan yang diambil oleh Amerika ini pun menjalar kedaratan Eropa dan membuat para pemimpin di negara-negara Eropa terpaksa membuat paket penyelematan ekonomi juga terutama industry perbankan mereka yang juga terimbas krisis dengan mengucurkan dana milyaran dollar. Prancis sebagaimana dikabarkan menggulirkan paket penyelamatan sebesar 360 milyar euro, Jerman melakukan pengucuran dana penyelamatan sebesar 80 milyar euro, Inggris melakukan investasi sebesar 37 milyar poundsterling untuk mebackup bank-banknya, Italia dan spanyol juga tak ketinggalan menyiapkan dana sebesar 20 milyar euro dalam rangka mengatasi krisis likuiditas bank-bank di negaranya.

Krisis yang terjadi di Amerika sebagaimana diberitakan berawal dari krisis kredit property. Hutang kredit property yang semakin melebar sedangkan para kreditur tidak mampu untuk membayar dan menyicil hutangnya kembali yang berakibat bank dan institusi keuangan bangkrut dan kolaps.

Para menteri keuangan dan para pimpinan bank sentral yang tergabung dalam G-7 atau G-8 telah mengadakan pertemuan untuk sepakat mengatasi krisis keuangan dan mencari system keuangan alternative. Berdasarkan data yang saya peroleh dari berbagai sumber bahwa system keuangan saat ini adalah system keuangan apa yang disebut dengan system keuangan Bretton Woods. Sistem keuangan Breton Woods adalah sebuah system keuangan didunia yang berlandaskan kebijakan dua lembaga keuangan yaitu International Monetery Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia). Dimana dalam Bretton Woods emas tidak digunakan lagi sebagai cadangan mata uang dan dijadikannya Dollar Amerika sebagai pendamping mata uang sehingga dollar Amerika sampai sekarang mendominasi perekonomian global.

Banyak pengkritik bermunculan atas berlakunya system ekonomi kapitalis yang berlaku sekarang didunia yang diangap penyebab krisis dan banyak dipenuhi kepentingan-kepentingan serta tidak transparan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan jika tejadi krisis keuangan. Diantara kelemahan dari system ini antara lain adalah sistim riba yang menciptakan masalah perekonomian sehingga para kreditor bisa kewalahan mengembalikan hutang pokoknya yang terus membesar seiring dengan waktu berdasarkan persentase riba yang tertera dalam perjanjian hutang piutangnya maka terjadilah krisis.

Disamping itu system ekonomi kapitalis menggunakan bursa dan pasar modal yang memperjual belikan saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah terima komoditi yang diperjual belikan, bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali tanpa harus berpindah tangan dari pemilik asli. Hal ini dalam islam adalah batil (adanya unsur “Gharar”) yang bakal menimbulkan masalah sehingga memicu terjadinya spekulasi (judi) dan rentannya goncangan.

Dilain hal system ekonomi kapitalis menjadikan individu, perusahaan dan institusi berhak memiliki apa yang menjadi milik umum yang mengusai hajat hidup orang banyak seperti minyak, gas dan semua bentuk energy dan industry, pada saat yang sama Negara berada diluar pasar dari semua kepemilikan tersebut, sehingga sangat sulit untuk mengontrol.

Alhasil system ekonomi kapitalis bukannya membawa kebaikan dalam keberlangsungan kehidupan umat manusia malahan lama-lama akan membawa kehancuran yang diakibatkan oleh adanya penzaliman kaum dan golongan yang bermodal terhadap golongan yang tidak bermodal. Yang kaya semakin kaya dengan kekayaannya yang menggurita sementara yang miskin semakin terjepit akibat diperlakukan tidak adil dan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah keadilan dan kejujuran dalam bertransaksi bisnis.

Ekonomi Islam (Syariah)

Besar dan kuatnya kepemilikan individu pada system kapitalis dalam mengusai apa yang menjadi hajat hidup orang banyak sebenarnya sudah inkonstitusional dan melangar undang-undang dalam kehidupan bernegara kita. Sebab Undang-Undang hasil amandemen dengan tegas mengatakan dalam BAB XIV pasal 33 bahwa :

1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan

2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara

3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan bumi, air dan kekayaan alam yang meguasai hajat hidup orang banyak dikuasi oleh Negara dan dipergunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat adalah wilayah Negara dan bukan wilayah para pengusaha swasta/investor yang mengelolanya. Kenyataan akibat diterapkannya system ekonomi pasar yang bebas maka sudah banyak cabang-cabang penting yang semestinya dikuasai oleh Negara akan hampir menjadi milik swasta dan investor yang hanya untuk meraup keuntungan atas apa yang diberikan kepadanya dan bukan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.

Para pendahulu dan pendiri Negara kita sebenarnya sudah memikirkan dan menawarkan alternative bahwa system ekonomi yang baik dan benar untuk diterapkan di Negara Indonesia ini adalah system ekonomi yang berbasiskan Islam (syariah). Ada beberapa keunggulan dalam system ekonomi berbasiskan syariah ini diantaranya Pertama : Sistem ekonomi islam telah menetapkan bahwa emas dan perak merupakan mata uang, bukan yang lain. Dalam mengeluarkan kertas subtitusi harus ditopang dengan emas dan perak dengan nilai yang sama dan dapat ditukar saat ada permintaan. Dengan begitu uang kertas Negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh uang Negara lain. Sebaliknya uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap dan tidak berubah. Kedua : dalam system ekonomi Islam tidak mengenal riba dan melarang riba. Sebagaimana Firman Allah swt dalam Al-Qur’an “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya. Dan jika dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. “(Al-BAqarah:278-280). Ketiga : Sistem ekonomi yang berbasiskan Islam melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya. Haram hukumnya menjual barang yang tidak menjadi milik seseorang. Keempat : Sistem ekonomi Islam juga melarang individu, institusi dan perusahaan untuk memiliki apa yang menjadi kepemilikan umum, seperti hasil tambang, minyak, energy dan listrik yang digunakan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, dan ini harus diusahakan oleh Negara sebagai penguasanya.

Bertitik tolak dari uraian yang saya kemukakan di atas, bahwa ada peluang dan alternative untuk menghindari dan mengatasi akan krisis dalam suatu perekonomian dimasa yang akan datang andai ada kemauan politik (political will) dari para pembuat kebijakan dinegara kita Indonesia ini untuk merubah system perekonomian dari yang sekarang memakai system kapitalis kepada system ekonomi yang berbasiskan islam, apalagi Negara kita mayoritas penduduknya adalah muslim. Jujur saja untuk menerapkan system ini perlu waktu dan saya yakin dengan tekad yang kuat untuk menyejahterakan rakyat pasti ada jalan.

Terbukti sekarang sudah banyak orang-orang yang mencoba beralih kepada system ekonomi yang berbasiskan islam seperti bermunculannya bank-bank yang berbasiskan syariah dan mereka yang telah menggunakan system ini ternyata dan terbukti tahan terhadap goncangan krisis dan resesi. Jadi kembalikan lagi cabang-cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak untuk dikelola oleh Negara sehingga Negara dapat mengontrol aktivitasnya dan ini sesuai dengan system ekonomi yang dianut oleh Islam.

Mari kita berdo’a dan berusaha untuk menuju kearah perbaikan sesuai dengan tuntunan Allah swt. Mudah-mudahan kita semua akan selamat dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.

Penulis:

Hanya seorang hamba yang ingin berbagi dan bersilaturahmi, mencoba belajar menulis semoga apa-apa yang ditulis membawa manfaat bagi diri sendiri terutama dan bermanfaat untuk orang banyak. Mari tebarkan kebaikan dan jauhkan segala permusuhan semoga bangsa yang kita cintai ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk menjalani kehidupan menuju kehidupan yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s