Menyongsong PP Baru Tentang Penilaian Kinerja PNS.

Berdasarkan informasi pada website Menpan tanggal 19 Februari 2009 bahwa Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara akan segera mengajukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), pengganti PP 10 tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan sekarang.

”RPP yang bakal diterbitkan guna pelaksanaan penilaian kinerja PNS ini akan lebih objektif, terukur, akuntabel, partisipatif dan transparan, sehingga nantinya akan terwujud pembinaan PNS berdasarkan prestasi kerja dan sistem karier” ujar Sekretaris Kementrian Negara PAN Tasdik Kinanto.

Tujuan PP ini untuk lebih mendorong karier PNS, karena instrumen penilaian berupa sasaran individu, yang melibatkan seorang PNS mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan output suatu pekerjaan yang dibebankan kepada PNS. ”Apabila penilaian sasaran kinerja individunya tidak baik, maka penilaiannya juga akan tidak baik, dan ini objektif” ujar Tasdik Kinanto. Model penilaian ini juga berguna akan mengukur bobot dalam menentukan renumerasi.

Menurut Deputi Bidang SDM Aparatur Kementrian Negara PAN Ramli Effendi Idris Naibahu penilaian dalam PP 10 tahun 1979 sangat subjektif dan tergantung atasan penilai. 8 (delapan) unsur dan 222 (dua ratus dua puluh dua) sub unsur yang ada dalam PP 10/1979 yang dinilai terlalu banyak dan sangat abstrak, hanya berorientasi pada individual pegawai tanpa memperhatikan organisasi dan kurang berorientasi pada prestasi kerja.

Dampaknya, penilaian ini tidak berhubungan dengan pencapaian tujuan, visi, dan misi organisasi, dan pegawai tidak mengetahui apa yang diharapkan organisasi dan bagaimana cara memenuhi harapan tersebut, serta penilaian model PP 10/1979 tidak menghasilkan informasi untuk pengembangan PNS dan unit kerja. Sulit mendapatkan informasi tentang pegawai yang benar-benar berprestasi. ”Tidak mendukung peningkatan Profesionalisme Pegawai,” ujar Deputi SDM Aparatur Kementrian Negara PAN.

Dalam penilaian PNS di PP baru ini nanti akan ada unsur sasaran kerja individu (SKI) yang mewajibkan setiap PNS harus menyusun Sasaran Kerja Individu (SKI) berdasarkan Rencana Kerja Tahunan. SKI disetujui dan ditetapkan oleh pejabat penilai yang memuat kegiatan tugas pokok jabatan, bobot kegiatan, sasaran kerja dan target yang harus dicapai. SKI bersifat nyata dan dapat diukur. Nilai bobot kegiatan didasarkan pada tingkat kesulitan dan prioritas dengan jumlah bobot keseluruhan 100 yang ditetapkan setiap tahun pada bulan Januari.

Penilaian prestasi kerja PNS ini terdiri dari penilaian SKI dan penilaian Perilaku Kerja, dengan bobot nilai unsur, SKI sebesar 60% sedangkan Perilaku Kerja sebesar 40%. Penilaian SKI akan meliputi aspek kuantitas;  kualitas; waktu; dan/atau biaya. Sedangkan penilaian Perilaku Kerja meliputi orientasi pelayanan; integritas; komitmen; disiplin; kerjasama; kepemimpinan dan kejujuran serta kreatifitas.

Selain penilaian menyangkut tugas pokok, juga akan ada penilaian terhadap tugas tambahan yang dibebankan kepada PNS bersangkutan.

Penilaian model SKI ini dilakukan dengan cara membandingkan antara realisasi kerja dengan target dari aspek kuantitas, kualitas, waktu dan/atau biaya, dikalikan dengan kegiatan. Sedangkan penilaian Perilaku Kerja dilakukan dengan cara pengamatan sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Maka penilaian prestasi kerja dilakukan dengan cara menggabungkan penilaian SKI dengan penilaian Perilaku Kerja.

Melihat perkembangan dan perubahan aturan ini, persoalan sekarang adalah sudah siapkah kita -PNS- menyongsong aturan baru ini jika benar-benar disahkan dan diterapkan nantinya. Sebab kita selama ini sudah terbiasa dengan penilaian sebagaimana PP 10/1979 yang sangat subjektif dan tergantung atasan, serta terkadang tak jarang ditemui penilaian bukan pada hasil/prestasi yang sesungguhnya.

Idealnya memang harus demikian -sebagaimana rencana PP baru ini nantinya – cara penilaian kinerja PNS dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan publik. Apalagi sekarang tingkat kesejahteraan PNS berangsur-angsur diperbaiki, sudah semestinya setiap PNS memberikan dan menunjukan prestasi kerja sesuai bidang dan tugas pokoknya dan tidak lagi sekedar menerima kompensasi yang besar sementara budaya kerja dan etos kerja masih memakai paradigma lama, antara yang bekerja dan tidak bekerja, antara yang rajin bekerja dan malas bekerja sama saja reward dan kompensasinya.

Tapi kembali lagi pada persoalan bahwa aturan memang selalu ideal diterbitkan, namun terkadang dalam pelaksanaanya selalu menemui hambatan dan kesulitan, terutama soal munculnya subjektifitas dan objektifitas dalam penilaian. Tapi kita jangan pesimis dulu, mudah-mudahan saja kita -para PNS- siap menerima atas diberlakukannya sistem penilaian baru ini terutama pada variabel SKI (Sasaran Kerja Individu) yang nyata terukur atas rencana dan target yang mesti dicapai seorang PNS dibandingkan variabel Perilaku Kerja yang mungkin masih hampir sama dengan sistem lama dimana disana hanya ditetapkan dengan pengamatan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Wallahu’alam…

Sumber www.menpan go.id

About these ads

4 comments on “Menyongsong PP Baru Tentang Penilaian Kinerja PNS.

  1. sulistyo mengatakan:

    saat ini banyak atasan langsung PNS yang bersangkutan tdk memahamni kriteria penilaian personil bawahannya, kadang malah menyuruh staf untuk menilai berdasar penilaian tahun lalu

  2. jeff mengatakan:

    ada gk peraturan baru ttg penilaian kinerja PNS?

    • Hendri mengatakan:

      Wah… pak jeff setahu saya setakat ini belum ada lagi dan penilaian kinerja SKI dan Prilaku Kerja baru rancangan dan belum tahu nasibnya apakah menjadi undang-undang/PP atau tidak kita tunggu saja perkembangannya nanti dan penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS masih menggunakan PP lama yakni PP no 10 tahun 1979. Atau barangkali Pak Jeef ada info baru tentang penilaian kinerja PNS ?

  3. Joel Hendry mengatakan:

    Selamat pagi Pak. Sampai saat ini apakah PP No 10 Tahun 1979 masih di pakai atau tidak? kalau tidak, PP yang terbaru apa. Makasi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s